BI Catat Rupiah Menggeliat Selama Empat Hari Terakhir

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Jumat, 03/04/2020 14:39 WIB
BI mencatat rupiah menguat ke level Rp16.450 per dolar AS pada pembukaan perdagangan hari ini, Jumat (3/4), setelah tertekan pada penutupan Kamis (2/4). BI mencatat rupiah mulai menguat ke level Rp16.450 per dolar AS pada pembukaan perdagangan spot hari ini, Jumat (3/4). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar).
Jakarta, CNN Indonesia -- Bank Indonesia (BI) mencatat nilai tukar rupiah mulai menggeliat selama empat hari terakhir, 30 Maret - 2 April 2020. Pada penghujung Kamis (2/4) 2020, rupiah ditutup melemah di level Rp16.470 per dolar AS. Namun, pada Jumat (3/4) pagi, rupiah menguat di level Rp16.450 per dolar AS.

Sedangkan kurs referensi BI Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di Rp16.464 per dolar AS pada siang ini.

Indeks Dolar (DXY) juga cenderung menguat. Pada akhir Kamis (2/4), DXY menguat ke level 100,18. Sebagai catatan, DXY adalah index yang menunjukkan pergerakan dolar terhadap 6 mata uang negara utama lainnya (EUR, JPY, GBP, CAD, SEK, CHF).


Di sisi lain, BI mencatat tingkat imbal hasil (yield) SBN bertenor 10 tahun naik ke kisaran 8,08 persen pada Jumat (2/4). Posisi ini lebih tinggi dari yield surat utang pemerintah AS (US Treasury) yang turun ke 0,583 persen.

Sedangkan data setelmen periode 30 Maret-2 April 2020 mencatat aset asing di pasar keuangan net beli Rp0,77 triliun triliun. Sepanjang tahun berjalan, aset asing di pasar keuangan tercatat net jual sebesar Rp143,99 triliun.

Sementara terjadi kenaikan tingkat premi kontrak swap atas kredit yang berisiko macet (Credit Default Swap/CDS). BI mencatat premi CDS Indonesia bertenor lima tahun naik dari 200,11 basis poin (bps) pada Jumat (27/3) (26/3) menjadi 235,64 bps per 2 April 2020.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko mengungkap BI akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan OJK untuk memonitor dinamika penyebaran virus corona.

"Dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu, serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (3/4).

[Gambas:Video CNN]

Dalam riset terpisah, Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) menengarai pandemi virus corona telah memporak-porandakan indeks saham dan kurs rupiah sejak akhir Februari.

Per 24 Maret 2020, aliran modal asing yang keluar dari Indonesia melampaui Rp125 triliun. Lalu, nilai tukar rupiah menembus level Rp16.500 per dolar AS atau anjlok lebih dari 12 persen sejak akhir Februari 2020. (age/sfr)