Dilansir dari The Forbes, virus corona pun 'memukul' jajaran orang terkaya di Thailand. Dari 50 orang terkaya di Thailand, 38 di antaranya mengalami penyusutan kekayaan.
Bahkan, enam di antaranya mengalami penyusutan lebih dari US$1 miliar. Jika ditotal, dari 50 orang terkaya, ada sekitar US$28 miliar uang yang 'menguap' atau turun sekitar 18 persen menjadi US$132 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski masih mempertahankan posisinya sebagai orang terkaya nomor 1 di Thailand, Chearavanont bersaudara dari Grup CP pun mengalami penurunan kekayaan.
Salah satu eksportir makanan di dunia tersebut memenangkan tender Tesco senilai US$10,6 miliar di Thailand dan Malaysia. "Kekayaan orang nomor 1 di Thailand kini sebesar US$27,3 miliar," seperti dikutip dari Forbes.
Sebaliknya, salah satu pemilik perusahaan minuman energi raksasa Red Bull Chalerm Yoovidhya merangkak naik peringkat menjadi orang kedua terkaya di Thailand. Tahun ini, kekayaan bersih yang dimilikinya senilai US$20,2 miliar. Chalerm merupakan satu dari delapan taipan yang berhasil meningkatkan kekayaan mereka.
Sektor energi dan listrik tahun ini meraup keuntungan terbesar, raja energi Sarath Ratanavadi pendiri Gulf Energy meraup untung sebesar US$1,6 miliar seiring bertambahnya proyek pembangkit listrik berbahan bakar gas serta proyek lainnya seperti pelabuhan dan jalan.
[Gambas:Video CNN]
(wel/age)