Harta 38 Orang Terkaya Thailand Susut US$28 M karena Corona

CNN Indonesia | Jumat, 03/04/2020 17:42 WIB
Harta orang terkaya di Thailand susut karena wabah virus corona menghantam sektor ekspor dan pariwisata setempat. Sebanyak 38 dari 50 orang terkaya di Thailand mengalami penyusutan kekayaan sebanyak US$28 miliar. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ekonomi Thailand yang bergantung pada ekspor dan pariwisata 'terpukul' virus corona. Thailand sudah mengumumkan paket stimulus senilai US$16 miliar. Namun, tetap dampak ekonomi virus corona tak terelakkan.

Dilansir dari The Forbes, virus corona pun 'memukul' jajaran orang terkaya di Thailand. Dari 50 orang terkaya di Thailand, 38 di antaranya mengalami penyusutan kekayaan.

Bahkan, enam di antaranya mengalami penyusutan lebih dari US$1 miliar. Jika ditotal, dari 50 orang terkaya, ada sekitar US$28 miliar uang yang 'menguap' atau turun sekitar 18 persen menjadi US$132 miliar.


Salah satunya yang menimpa klan Chirathivat, pemilik jaringan mal Central Retail. Keluarga ini mengalami penyusutan kekayaan yang cukup besar. Saham Central Retail yang belum lama IPO anjlok 27 persen.

Taipan petrokimia Aloke Lohia pun kehilangan kekayaan hingga 50 persen. Kini kekayaan 'tinggal' US$1,09 miliar.

Penyebab kekayaan Lohia menyusut dari saham Indorama Ventures yang anjlok 57 persen dalam 11 bulan terakhir.

Meski masih mempertahankan posisinya sebagai orang terkaya nomor 1 di Thailand, Chearavanont bersaudara dari Grup CP pun mengalami penurunan kekayaan.

Salah satu eksportir makanan di dunia tersebut memenangkan tender Tesco senilai US$10,6 miliar di Thailand dan Malaysia.

"Kekayaan orang nomor 1 di Thailand kini sebesar US$27,3 miliar," seperti dikutip dari Forbes.


Sebaliknya, salah satu pemilik perusahaan minuman energi raksasa Red Bull Chalerm Yoovidhya merangkak naik peringkat menjadi orang kedua terkaya di Thailand. Tahun ini, kekayaan bersih yang dimilikinya senilai US$20,2 miliar. Chalerm merupakan satu dari delapan taipan yang berhasil meningkatkan kekayaan mereka.


Sektor energi dan listrik tahun ini meraup keuntungan terbesar, raja energi Sarath Ratanavadi pendiri Gulf Energy meraup untung sebesar US$1,6 miliar seiring bertambahnya proyek pembangkit listrik berbahan bakar gas serta proyek lainnya seperti pelabuhan dan jalan.

[Gambas:Video CNN]


(wel/age)