Erick Ungkap BUMN yang Berpotensi Defisit Gara-gara Corona

CNN Indonesia | Jumat, 03/04/2020 16:43 WIB
Kementerian BUMN mengantisipasi gangguan arus kas sejumlah BUMN karena penurunan permintaan dan pelemahan kurs rupiah di tengah wabah virus corona. Erick Thohir menengarai kondisi keuangan sejumlah BUMN terancam minus karena wabah virus corona. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan penyebaran virus corona (covid-19) di seluruh dunia berpengaruh pada kinerja keuangan perusahaan pelat merah.

Erick mengungkapkan dampak penyebaran virus covid-19 sangat dirasakan pada sektor pariwisata. Sejumlah perusahaan milik negara seperti PT Angkasa Pura I & II, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, PT KAI (Persero), PT Pelabuhan Indonesia, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero), dan lainnya mengalami penurunan permintaan.

"Kemungkinan besar tahun ini semuanya bisa minus, ini tentunya yang memberatkan," kata Erick dalam Rapat Kerja bersama dengan Komisi VI DPR RI yang digelar secara teleconference, Jumat (3/4).


Selain itu, sejumlah perusahaan pelat merah juga terancam mengalami gangguan arus kas (cash flow) perusahaan karena pelemahan nilai tukar rupiah.

"Laju cash flow PT Pertamina (Persero) dan PLN akan terganggu dengan menurunnya nilai kurs rupiah," jelasnya.

PLN, sambung Erick, saat ini memiliki obligasi (bond) yang sebagian besarnya berdenominasi dolar AS. Dana dari obligasi itu dilakukan untuk membiayai sejumlah proyek pembangkit listrik.

Sementara, Pertamina masih melakukan impor minyak yang dibeli dengan menggunakan dolar AS tetapi penjualan di dalam negeri dilakukan dalam rupiah.

"Karena itu kami sudah rapat dengan direksi Pertamina untuk benar-benar memastikan cash flow mereka jangan sampai ini dalam kondisi merah nantinya," kata Erick.

Sebagai informasi, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp16.445 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Jumat(1/4) pagi. Mata uang garuda bertenaga 0,30 persen dibandingkan perdagangan kemarin sore di level Rp16.495 per dolar AS.

Terakhir, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) mengungkap skenario terburuk nilai tukar rupiah bisa menyentuh kisaran Rp17.500 sampai Rp20 ribu per dolar AS pada tahun ini. Skenario ini muncul akibat tekanan ekonomi yang berat di tengah penyebaran pandemi virus corona atau covid-19.

"Asumsi makro skenario ini kami lakukan untuk mencegah agar tidak terjadi," ungkap Menteri Keuangan sekaligus Ketua KSSK Sri Mulyani Indrawati dalam video conference, Rabu (1/4) lalu.

Gubernur Bank Indonesia (BI) sekaligus Anggota KSSK Perry Warjiyo mengatakan proyeksi kurs rupiah itu merupakan langkah persiapan ke depan dari KSSK untuk mengantisipasi dampak terburuk dari tekanan pandemi corona.

[Gambas:Video CNN]

Kendati begitu, ia menekankan bahwa KSSK akan berupaya semaksimal mungkin untuk mencegah rupiah jatuh ke level tersebut.

"Skenario berat tadi adalah forward looking sebagai antisipasi supaya tidak terjadi, agar skenario berat tidak terjadi. Maka kurs Rp17.500 sampai Rp20 ribu per dolar AS itu akan kami antisipasi agar tidak terjadi," tekannya.

(mjo/sfr)