OPEC dan Rusia Tunda Rapat Bahas Pasokan Minyak Dunia

CNN Indonesia | Senin, 06/04/2020 11:08 WIB
OPEC dan Rusia menunda pertemuan untuk membahas pemangkasan pasokan minyak dunia menjadi hari Kamis, (9/4). OPEC dan Rusia menunda pertemuan untuk membahas pemangkasan pasokan minyak dunia menjadi hari Kamis, (9/4). (CNN Indonesia/Agus Triyono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Organisasi Negara Pengekspor Minyak (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC) dan Rusia memutuskan menunda pertemuan yang awalnya dijadwalkan hari ini menjadi Kamis (9/4) mendatang. Dikutip dari CNN, pertemuan tersebut dijadwalkan untuk mendiskusikan pemangkasan pasokan minyak dunia demi mengakhiri harga minyak yang sempat anjlok.

Pertemuan ini diinisiasi oleh Arab setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan imbas pemangkasan produksi terhadap kerajaan minyak tersebut. Alhasil, Arab pun memberikan status mendesak demi mengembalikan harga minyak dunia.

Diketahui, Arab dan Rusia terjebak dalam perang sengit sejak awal Maret lalu setelah keduanya bersitegang dalam pertemuan sebelumnya. Tak terhindarkan, minyak dunia amblas ke level terendahnya selama 18 tahun terakhir.


Hal ini menekan perusahaan energi dan minyak yang telah kewalahan di tengah pandemi virus corona. Pertemuan yang akan dilakukan lewat video conference itu turut mengundang para produsen minyak di luar aliansi OPEC+ dari Rusia dan beberapa negara lainnya.

Meski belum dikonfirmasi namun AS, Inggris, Kanada, dan Meksiko disebut turut diundang dalam pertemuan tersebut.

"Saya pikir Presiden Putin dan Putra Mahkota Arab sangat menginginkan terjadinya suatu perjanjian," kata Trump setelah bertemu dengan para eksekutif produsen minyak di Gedung Putih, Jumat (3/4).

Kehadiran AS diharapkan oleh Arab mau pun Rusia sebagai penengah untuk menghentikan terjunnya harga minyak mengingat AS merupakan salah satu produsen minyak terbesar dunia. CEO American Petroleum Mike Sommers yang juga turut hadir dalam pertemuan dengan Trump itu membocorkan bahwa pihaknya tak membahas berbagai kemungkinan yang ada.

Sementara, pernyataan resmi Kerajaan Arab mengatakan pada Sabtu (4/3) bahwa Menteri Energi Arab Saudi Abdulaziz bin Salman Al Saud membuka tangan kepada pihak mana pun yang ingin turut mencari solusi dari tantangan di pasar minyak saat ini.

Sebagai informasi, harga minyak AS naik 25 persen pada perdagangan Jumat (3/4). Rekor tersebut terjadi setelah di hari sebelumnya Trump menulis di laman Twitternya akan harapan pemangkasan 10-15 juta barel per hari oleh Arab dan Rusia.

Harga minyak dunia masih terus memanas hingga hari ini sebagai pemulihan dari ambruknya harga minyak dunia pada bulan lalu.

[Gambas:Video CNN]


(wel/age)