Penurunan besar-besaran juga terjadi pada ICP SLC sebesar US$ 21,40 per barel dari US$ 57,18 per barel pada Februari 2020 menjadi US$ 35,78 per barel.
Tim Harga Minyak Indonesia menyatakan, penurunan harga rata-rata ICP bulan Maret 2020 ini sejalan dengan perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Faktor lainnya, perang harga antara Arab Saudi dan Rusia sebagai produsen-produsen utama minyak mentah di dunia, yang menjadi salah satu faktor penyebab over supply minyak mentah secara global," papar Tim Harga.
Penurunan harga minyak mentah di pasar internasional juga disebabkan oleh proyeksi OPEC terkait pertumbuhan ekonomi dunia dari 2,4 persen menjadi 0,6 persen karena melemahnya perekonomian sejumlah negara maju dan wabah virus corona.
Pemangkasan proyeksi permintaan minyak mentah global juga dilakukan Badan Energi Internasional (IEA) sebesar 1,1 juta bph menjadi 99,9 juta bph.
Terakhir, Energy Information Administration (EIA) melaporkan peningkatan stok minyak mentah AS pada Maret 2020 sebesar 11,3 juta barel menjadi sebesar 455,4 juta barel dibandingkan bulan Februari 2020.
Di kawasan Asia Pasifik, penurunan harga minyak mentah selain dipengaruhi oleh faktor-faktor tersebut, juga disebabkan oleh penurunan proyeksi pertumbuhan GDP 2020 menjadi sebesar 5 persen di China dan 5,2 persen di India karena wabah virus corona.
"Selain itu, kilang-kilang di Korea Selatan mengurangi konsumsi minyak mentah AS dan beralih ke minyak mentah Timur Tengah seiring berkurangnya spread WTI-Dubai serta discount harga minyak mentah Timur Tengah," jelasnya.
Berikut perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional pada Maret 2020 dibandingkan Januari 2020:
- Dated Brent turun 42,58 persen menjadi US$31,83 per barel
- WTI (Nymex) turun 39,75 persen menjadi US$30,45 per barel
- Basket OPEC turun 37,89 persen menjadi US$34,46 per barel
- Brent (ICE) turun 39,2 persen menjadi US$33,73 per barel.
[Gambas:Video CNN]
(sfr/bir)