BI Catat Keyakinan Konsumen Melemah di Tengah Corona

CNN Indonesia | Senin, 06/04/2020 11:32 WIB
Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) menunjukkan optimisme terhadap kondisi ekonomi melemah. Angkanya turun dari 117,7 menjadi 113,8 pada Maret 2020. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) menunjukkan optimisme terhadap kondisi ekonomi melemah. Angkanya turun dari 117,7 menjadi 113,8 pada Maret 2020. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak).
Jakarta, CNN Indonesia -- Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) menunjukkan optimisme terhadap kondisi ekonomi melemah di tengah pandemi virus corona. Hal tersebut tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Maret 2020 di posisi 113,8 atau turun dibandingkan Februari lalu, yakni 117,7.

IKK turun di seluruh kategori pengeluaran responden, termasuk usia. Sementara, kalau berdasarkan wilayah, IKK di 14 kota pelaksana survei menurun. Paling dalam terjadi di Denpasar -15,3 poin. Diikuti Palembang -13,3 poin, dan Menado -8,4 poin.

Melemahnya optimisme konsumen disebabkan oleh persepsi terhadap kondisi saat ini dan ekspektasi masyarakat terhadap kondisi ekonomi dalam enam bulan ke depan. Tengoklah, Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) turun 2,2 poin ke level 103,3 pada Maret.


"Akibat menurunnya keyakinan konsumen terhadap ketersediaan lapangan kerja di seluruh kelompok pendidikan, terdalam pada responden dengan tingkat pendidikan pasca sarjana," tulis survei BI dikutip dalam keterangan resmi, Senin (6/4).

Faktor lainnya, yakni keyakinan untuk membeli barang tahan lama atau durable goods. Menurut persepsi konsumen, penurunan pembelian terjadi untuk barang elektronik, seperti televisi, komputer, dan handphone.

Secara spasial, melemahnya IKE terjadi juga di 14 kota. Namun, penurunan terdalam terjadi di Palembang -11,4 poin. Diikuti Padang -10 poin, dan Mataram -9,2 poin.

Pada periode yang sama, Indeks Ekspektasi Kondisi Ekonomi (IEK) juga tercatat turun 5,5 poin menjadi 124,3. Penurunan IEK dikarenakan turunnya ekspektasi konsumen terhadap kegiatan usaha dan penghasilan dalam enam bulan mendatang.

IEK terutama menurun di 12 kota responden, dengan penurunan terdalam terjadi di Kota Denpasar -23,3 poin.

[Gambas:Video CNN]


(bir/age)