Banyak Hotel Tutup di Bali karena Ditinggal Turis Asing

CNN Indonesia | Senin, 06/04/2020 18:52 WIB
Banyak pengelola hotel yang menutup tempat mereka karena tingkat hunian di bawah 5 persen akibat virus corona. Okupansi atau tingkat hunian hotel di bawah 5 persen setelah ditinggal wisman. Bahkan, sebagian besar memilih menutup hotel sementara waktu. Ilustrasi wisman. (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf).
Denpasar, CNN Indonesia -- Kepala Dinas Pariwisata Denpasar Dezire Mulyani mengatakan okupansi atau tingkat hunian hotel anjlok hingga ke bawah 5 persen. Akibatnya, banyak hotel tutup untuk sementara waktu di tengah pandemi virus corona.

Kebanyakan hotel yang sudah tutup tersebut berada di wilayah Sanur. Sanur merupakan satu dari sekian banyak wilayah yang diburu wisman, di samping Ubud, Nusa Dua hingga Kuta.

"Di bawah lima persen (okupansi hotel). Bahkan, banyak hotel yang sudah tutup, karena wisatawan mancanegara banyak yang sudah balik ke negaranya. mereka dijemput oleh negaranya," ujarnya di Denpasar, Senin (6/4).


Kalau pun masih ada wisman yang tinggal, sambung Dezire, semata-mata memilih tinggal di Bali karena kekhawatiran pandemi covid-19 di negara asalnya.

Sementara, wisman lainnya merupakan ekspatriat yang bekerja atau menikah dengan warga lokal, sehingga menetap di Bali.

Dezire mengaku sudah mempersiapkan strategi untuk mendorong pemulihan sektor pariwisata di Bali. Strategi itu akan terus dimatangkan sambil menunggu terhentinya penyebaran virus corona di dalam negeri.

Yang pasti, ia mengungkapkan Bali akan menggencarkan promosi pariwisata kepada wisatawan domestik sebelum menawarkan promosi ke luar negeri.

"Kalau kondisi sudah kembali normal, langkah pertama, kami akan perkuat promosi di dalam negeri," terang dia.

Sebelumnya, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menyebut 1.139 hotel anggotanya di seluruh Indonesia tutup sementara waktu akibat pandemi covid-19. Tidak cuma itu, 286 usaha restoran, tempat wisata, dan hiburan juga menutup operasi mereka.

Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani menuturkan keputusan itu terpaksa mereka ambil lantaran hanya segelintir tamu yang berkunjung. Bahkan di beberapa tempat tidak ada tamu sama sekali.

"Rata-rata mereka mengikuti kebijakan tanggap darurat dari pemerintah daerah masing-masing," ujarnya kepada CNNIndonesia.com.

Dari jumlah tersebut, sambung dia, mayoritas tersebar di Jawa Barat. Namun, data tersebut bersifat dinamis sesuai dengan perkembangan laporan anggota kepada pengurus PHRI.

[Gambas:Video CNN]

(put/bir)