Efek Corona, 1.316 Karyawan Hotel di Lombok Dirumahkan

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Senin, 06/04/2020 19:40 WIB
Sebanyak 1.316 karyawan dari 17 hotel di Kabupaten Lombok, NTB dirumahkan karena okupansi hotel turun akibat virus corona. Sebanyak 1.316 karyawan dari 17 hotel di Kabupaten Lombok, NTB dirumahkan karena okupansi hotel turun akibat virus corona. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Tiara Sutari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak 1.316 karyawan dari 17 hotel di Kabupaten Lombok, Nusa Tenggara Barat dirumahkan karena tidak ada tamu yang menginap sejak virus corona merebak di Indonesia.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Barat Saepul Ahkam mengungkap karyawan yang dirumahkan karena okupansi hotel yang menurun.

"Menurut data yang dihimpun, ada 17 hotel yang mengirimkan data. Mereka terpaksa merumahkan karyawan karena sepinya okupansi akibat virus corona," ujarnya, Senin (6/4) dikutip dari Antara.


Saepul menambahkan ada tujuh hotel yang mengambil kebijakan menutup usaha untuk sementara waktu. Menurutnya, selain hotel, usaha jasa seperti restoran dan hiburan pun bisa jadi mengambil kebijakan yang sama.

Dia mengklaim terus berusaha untuk menghimpun data perumahan karyawan sebagai basis data bagi pemerintah untuk penanganan dampak sosial dan ekonomi virus corona.

"Kami akan komunikasikan ke pemerintah pusat melalui provinsi agar para pekerja di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif bisa dapat stimulus program yang membantu mereka dari kesulitan berita," papar Saepul.

Dia pun menjelaskan, setelah pemerintah mengumumkan kasus pertama virus corona di Indonesia, kawasan Senggigi bak 'mati'.

"Semua usaha hiburan tidak ada yang buka. Restaurant pun banyak yang tutup. Hanya beberapa restaurant kecil dan pedagang kaki lima yang masih buka. Tapi tidak melayani makan di tempat," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]


(age/agt)