"Upaya pemenuhan stok yang dilakukan Perum Bulog untuk skenario jika terjadi lockdown adalah dengan memprioritaskan pengadaan (beras) dalam negeri," ujar Direktur Utama Bulog Budi Waseso, dalam rapat kerja virtual dengan anggota DPR RI Komisi IV pada Kamis (9/4).
Menurut Buwas, stok beras akan tercukupi dengan menyerap hasil panen raya yang puncaknya diperkirakan terjadi pada pertengahan April nanti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rinciannya, Bulog menargetkan penyerapan sebesar 222 ribu ton beras pada April 2020, 207 ribu ton untuk Mei. Sementara, Juni di kisaran 148 ribu ton. Totalnya, 577 ribu ton beras akan diserap Bulog pada akhir Juni.
Dengan kalkulasi tersebut, Buwas meyakinkan masyarakat akan ketersediaan stok beras selama bulan puasa dan lebaran, meski hari raya akan dibayangi kemungkinan lockdown.
Ia menuturkan lapak online panganan.com dapat menjadi pilihan untuk masyarakat di 8 kota besar, seperti Jakarta, Medan, Sulawesi dan daerah di pulau Jawa lainnya. "Pembelian online dapat menghindari kerumunan masal, mengurangi masyarakat ke luar rumah," jelasnya.
Alternatif lainnya, distribusi lewat ritel, seperti Indomaret dan Alfamaret yang telah menjalin kerja sama dengan pemerintah. Buwas menjamin paket beras yang disalurkan kedua ritel tersebut seharga Rp45 ribu per bungkusan 5 liter beras.
[Gambas:Video CNN]
(wel/bir)