Bulog Siapkan Skenario Distribusi Beras Jika Lockdown

CNN Indonesia | Kamis, 09/04/2020 14:59 WIB
Bulog Siapkan Skenario Distribusi Beras Jika Lockdown Bulog menyiapkan skenario memprioritaskan pengadaan beras dalam negeri jika terjadi lockdown atau penguncian akses wilayah di tengah corona. (CNN Indonesia/Aria Ananda).
Jakarta, CNN Indonesia -- Perum Bulog mengaku menyiapkan skenario distribusi beras jika kebijakan lockdown atau mengunci akses wilayah diberlakukan pemerintah di masa tanggap darurat virus corona. Salah satu skenarionya, memprioritaskan pengadaan beras dalam negeri.

"Upaya pemenuhan stok yang dilakukan Perum Bulog untuk skenario jika terjadi lockdown adalah dengan memprioritaskan pengadaan (beras) dalam negeri," ujar Direktur Utama Bulog Budi Waseso, dalam rapat kerja virtual dengan anggota DPR RI Komisi IV pada Kamis (9/4).

Menurut Buwas, stok beras akan tercukupi dengan menyerap hasil panen raya yang puncaknya diperkirakan terjadi pada pertengahan April nanti.


Per 9 April 2020, total stok beras Indonesia berada di kisaran 1,44 juta ton beras yang terdiri dari cadangan beras pemerintah (CBP) sebanyak 1,39 juta ton beras dan beras komersial sebanyak 53 ribu ton beras.

Bulog menargetkan penyerapan beras sebesar 950 ribu ton dengan penyerapan terbesar dilakukan dalam 3 bulan mendatang atau April, Mei, dan Juni. Bulog bakal menyerap 61 persen dari total pengadaan beras 2020 demi menjaga stok dan harga beras di masyarakat.

"Bulog merencanakan pengadaan CBP tahun ini mencapai sebesar 950 ribu ton beras. Target pengadaan ditujukan untuk menjaga stok CBP tetap berada dalam rentan 1 hingga 1,5 juta ton (beras)," kata Buwas.

Rinciannya, Bulog menargetkan penyerapan sebesar 222 ribu ton beras pada April 2020, 207 ribu ton untuk Mei. Sementara, Juni di kisaran 148 ribu ton. Totalnya, 577 ribu ton beras akan diserap Bulog pada akhir Juni.

Dengan kalkulasi tersebut, Buwas meyakinkan masyarakat akan ketersediaan stok beras selama bulan puasa dan lebaran, meski hari raya akan dibayangi kemungkinan lockdown.

Pun begitu, Buwas bilang mekanisme sentralisasi pangan melalui Bulog sebagai operator akan membantu pemerataan stok di berbagai wilayah RI. Mekanisme penjualan pangan pokok lewat e-commerce disebutnya akan menjadi strategi pemerintah dalam mempermudah akses masyarakat selama lockdown.

Ia menuturkan lapak online panganan.com dapat menjadi pilihan untuk masyarakat di 8 kota besar, seperti Jakarta, Medan, Sulawesi dan daerah di pulau Jawa lainnya. "Pembelian online dapat menghindari kerumunan masal, mengurangi masyarakat ke luar rumah," jelasnya.

Alternatif lainnya, distribusi lewat ritel, seperti Indomaret dan Alfamaret yang telah menjalin kerja sama dengan pemerintah. Buwas menjamin paket beras yang disalurkan kedua ritel tersebut seharga Rp45 ribu per bungkusan 5 liter beras.

[Gambas:Video CNN]


(wel/bir)