Yaitu, program percepatan peningkatan tata guna air irigasi (P3TGAI), pemeliharaan rutin jalan dan jembatang, pengembangan infrastruktur sosial ekonomi wilayah (PISEW), penataan kota tanpa kumuh (KOTAKU), serta tempat pengelolaan sampah reduce, reuse, recycle (TPS 3R).
Kemudian, dua program sanitasi yang dianggarkan adalah program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (pamsimas) dan pembangunan baru dan peningkatan kualitas rumah swadaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Kementerian PUPR menyebutkan akan mengalihkan anggaran infrastruktur Rp24,53 triliun untuk penanggulangan virus corona. "Realokasi anggaran dari DIPA PUPR Tahun 2020 yang sebesar Rp120 triliun," kata Basuki.
Anggaran itu akan mengalir membantu sektor kesehatan dalam melindungi publik dari pandemi covid-19, memberikan jaringan pengaman sosial atau social safety net bagi masyarakat miskin yang terdampak penyakit tersebut, dan membantu industri konstruksi terutama UMKM guna mencegah PHK serta menjaga daya beli masyarakat di pedesaan.
[Gambas:Video CNN]
(wel/bir)