Sementara kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp15.503 per dolar AS atau melemah dari Rp15.787 per dolar AS pada Kamis (16/4).
Rupiah memimpin penguatan mata uang Asia dari dolar AS, diikuti won Korea Selatan yang menguat 0,85 persen, rupee India 0,6 persen, dan baht Thailand 0,34 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Tutup Pekan, IHSG Perkasa ke Level 4.634 |
Analis sekaligus Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan rupiah berasal dari pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran 4,5 persen sampai 4,6 persen pada kuartal I 2020.
Proyeksi ini setidaknya tak seburuk skenario yang beberapa waktu terakhir diungkapkan ke publik. Proyeksi ini juga tidak terlalu jauh dari realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,07 persen pada kuartal I 2019.
"Dengan begitu, risiko perlambatan pertumbuhan ekonomi bisa diminimalisir," kata Ibrahim kepada CNNIndonesia.com.
Selain itu, penguatan rupiah juga terbantu oleh intervensi Bank Indonesia di pasar spot, SBN, dan DNDF. Kemudian, juga ditopang oleh fundamental ekonomi nasional yang dinilai masih cukup baik.
Sementara dari global, sentimen yang mewarnai pergerakan mata uang dunia datang dari rencana pelonggaran penutupan akses wilayah (lockdown) di negara-negara Eropa dan Amerika Serikat. Kemudian, juga datang dari wacana penemuan obat virus corona dari perusahaan medis di AS, Gilead Sciences.
[Gambas:Video CNN]
Bahkan sekitar 125 pasien yang menjadi uji coba obat tersebut sudah dinyatakan sembuh dan boleh pulang. Hal ini memicu optimisme bahwa wabah virus corona bisa diatasi ke depan.
Namun, data pengangguran AS mencapai 5,24 juta orang per 11 April 2020. Jumlah pengangguran diperkirakan bakal terus meningkat.
Sementara ekonomi China masih cukup buruk, di mana mencapai minus 6,8 persen pada kuartal I 2020. Begitu pula dengan penjualan ritel yang turun 19 persen dan produksi industri turun 8,4 persen.