Mereka sepakat memangkas produksi minyak sebesar 9,7 juta barel per hari pada Mei dan Juni, demi menopang harga yang sempat jatuh dalam. Penurunan harga minyak di tengah pandemi virus corona disebabkan oleh lemahnya permintaan pasar karena kebijakan social distancing dan work from home.
Tetapi, Meksiko membangkang untuk melanjutkan pemangkasan produksi minyak. Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador menegaskan tidak sepakat untuk memangkas produksi lebih dalam dari 100 ribu barel per hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pandemi virus corona telah mengakibatkan permintaan minyak turus drastis, sehingga para produsen kehabisan tempat untuk menampung produksi. Pada saat yang sama, Rusia dan Arab Saudi membanjiri pasokan yang mengakibatkan harga minyak jatuh hingga menyentuh minus, pertama kalinya pada 20 April 2020 lalu.
"Saya tidak bisa bayangkan bahwa saya hidup untuk menyaksikan hal ini (tragedi harga minyak)," kata Pangeran Abdulaziz bin Salman bin Abdulaziz al-Saud, Menteri Energi Arab Saudi.
Sementara, harga minyak mentah West Texas Intermediate meningkat menjadi lebih dari US$39 per barel.
Investor melihat situasi untuk minyak mental global mulai membaik dan sebagian besar fokus pada apa yang akan terjadi Agustus nanti. Craig Erlam, Analis Pasar Oanda, memperkirakan pasokan minyak akan meningkat lagi pada Agustus.
"Orang-orang akan keluar dari rumah dan kembali bekerja. Mungkin, mereka akan menghindari transportasi umum. Kemudian, perbatasan dibuka kembali. Saya kira, pemangkasan produksi tidak akan bertahan lama," tandasnya.
[Gambas:Video CNN]
(bir)