Progres Kilang Balikpapan Capai 17 Persen di Tengah Corona

CNN Indonesia | Sabtu, 06/06/2020 09:56 WIB
Petugas memeriksa pipa area Crude Distillation Unit (CDU IV) unit pengelohan (Refinery Unit) V Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis, 14 April 2016.  Area CDU IV RU V ini memiliki 2 unit CDU, yaitu CDU IV di area Balikpapan 2 dan CDU V di area Balikpapan 1. Unit CDU IV digunakan untuk mengolah campuran minyak mentah (crude) yang berasal dari Handil dan Bekapai, kapasita unit ini adalah 200 ribu barel per hari. Kilang RU V merupakan kilang Pertamina terbesar ke-2 di Indonesia dengan kapasitas 260 ribu barel per hari yang dihasilkan dari kilang Balikpapan 1 dan 2. Jumlah tersebut akan ditingkatkan menjadi 360 ribu barel per hari melalui program Refinery Development Master Plan. Kilang RU V memproduksi premium, pertamax, avtur, kerosene, pertadex, LPG, smooth fluid 05, dan laws 05 yang didistribusikan ke Pangkalan Bun, Sampit, Pulau Pisau, Kendari, Bau, Gorontalo, Benoa, Biak dan Ambon.  Dua puluh enam persen dari produksi BBM Pertamina dihasilkan dari RU V Balikpapan sebagai salah satu dari 126 Obvitnas di Indonesia. CNN Indonesia/Safir Makki Progres konstruksi proyek pengembangan Kilang Balikpapan capai 17 persen per awal Juni. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Pertamina (Persero) mencatat progres konstruksi pembangunan Refinery Development Masterplan Program (RDMP) Kilang Balikpapan telah mencapai 17 persen hingga awal Juni 2020.

Direktur Mega Proyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina Ignatius Tallulembang mengatakan, RDMP Balikpapan akan meningkatkan kapasitas pengelolaan kilang serta meningkatkan kualitas produk BBM dari setara Euro II menjadi setara Euro V.

"Kilang prioritas Balikpapan sudah masuk tahapan konstruksi. Minggu ini sudah realisasi 17 persen. RDMP Balikpapan akan meningkatkan kapasitas 260 jadi 360 ribu barel per hari," ujarnya dalam konferensi video, Jumat (5/6).


Proyek RDMP Balikpapan juga disinergikan dengan pembangunan New Crude Lawe-Lawe Tankage Facility dengan kapasitas penyimpanan sebesar 2 juta barel. Ignatius melanjutkan ada proyek ini memperkerjakan sekitar 5.300 tenaga yang mayoritas berasal dari pekerja lokal.

Pertamina menyiapkan Protokol Perlindungan Covid-19 untuk melindungi pekerja, pelanggan, pemasok serta mitra bisnis. Penerapan Protokol tersebut antara lain dengan mewajibkan penggunaan masker, sarung tangan, jaga jarak (social distancing) serta penyemprotan disinfektan pada seluruh area operasi.

"Melibatkan 5.300 orang pekerja di lapangan dan ini juga walaupun di tengah pandemi Covid-19 19 di mana ada protokol lockdown dan sebagian besar industri banyak yang tidak bisa jalan namun untuk pembangunan kilang tetap jalan," imbuhnya.

Ignatius juga memastikan target penyelesaian RDMP Balikpapan tak diundur, meskipun dalam pelaksanaannya harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

"Khusus Balikpapapn kia tetap bisa lanjutkan pembangunan kilang. berdasarkan progress ini target penyelesaian tetap sesuai rencana 2023 pertengahan," pungkasnya.

Sebagai informasi, proyek Kilang Balikpapan memasuki fase konstruksi sejak Februari 2019 lalu.  Proyek investasi senilai US$6,5 miliar ini diperkirakan menyerap sekitar 15 ribu tenaga kerja pada masa konstruksi dan sekitar 800 orang saat beroperasi.

[Gambas:Video CNN]


(hrf/sfr)