Laba bersih perusahaan turun menjadi 94 juta euro atau senilai Rp1,5 triliun. Padahal pada kuartal pertama tahun lalu, jenama yang didirikan sejak abad ke-19 itu meraup laba hingga 299 juta euro atau sekitar Rp5 triliun.
CEO Heineken Jean-Francois van Boxmeer mengatakan langkah-langkah mengatasi krisis memiliki dampak yang signifikan pada bisnis perusahaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian Heineken berjanji tidak akan melakukan PHK struktural sebagai imbas dari pandemi virus corona.
Selain itu Dewan Eksekutif dan Tim Eksekutif juga secara kolektif sepakat mengurangi gaji pokok sebesar 20 persen pada Mei hingga Desember 2020.
"Ketidakjelasan mengenai akhir pandemi Covid-19 dan durasi dampaknya terhadap ekonomi telah menyebabkan Heineken menarik semua pedoman untuk tahun 2020," demikian bunyi pernyataan dari Heineken.
[Gambas:Video CNN] (nva/sfr)