"Penjualan ritel menurun cukup tajam pada Februari 2020, yakni minus 1,9 persen (yoy)," kata Airlangga lewat video conference pada Kamis (23/4).
Airlangga mengatakan terjunnya penjualan eceran pada Februari disebabkan oleh berkurangnya konsumsi masyarakat di tengah pandemi virus corona. Angka ini turun drastis dari pertumbuhan Februari 2019 yang berada di kisaran 9,1 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di kesempatan yang sama, ia menjamin stabilisasi harga ketersediaan bahan pokok, khususnya selama Ramada. Airlangga memastikan otoritas terkait akan dikerahkan demi memastikan rantai pasok dan suplai makanan terjaga di tengah pandemi virus corona agar harga di level pengecer dapat terjaga.
Airlangga menyatakan stok beras aman hingga tiga bulan ke depan, sementara untuk bawang putih dan gula pihaknya telah menyetujui melakukan impor.
"Kami juga bekerja sama dengan pihak swasta untuk menjaga pasokan bahan pokok, termasuk distribusinya ke seluruh negeri," pungkasnya.
[Gambas:Video CNN]
(wel/sfr)