Penghentian pelayanan sementara ini berlaku di seluruh terminal bus di Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek).
Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Polana Pramesti menjelaskan kebijakan ini adalah tindak lanjut dari Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri Tahun 1441 H Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, terminal yang dikelola oleh pemerintah daerah, yakni Terminal Kampung Rambutan, Terminal Pulogebang, Terminal Kalideres, dan Terminal Tanjung Priok, dan Terminal Bekasi.
Lihat juga:Pariwisata Bali Rugi Rp138 T karena Corona |
Hanya saja, penghentian pelayanan ini tidak berlaku bagi angkutan perkotaan lintas wilayah di dalam Jabodetabek. Misalnya, bus yang melayani rute Terminal Baranangsiang Bogor ke Bekasi tetap beroperasi.
Jika ada pengusaha bus yang melanggar, maka petugas di lapangan akan menertibkan mereka. Sejauh ini, Polana bilang ada 213 check point di lokasi perbatasan yang mengarah keluar Jabodetabek yang akan dijaga oleh petugas kepolisian.
"Bagi yang terkena penindakan di lapangan akan dikenakan sanksi tidak boleh melanjutkan perjalanan dan kembali ke tempat asal," terang Polana.
[Gambas:Video CNN]
Lonjakan Penumpang di Terminal Poris
Sementara, Polana menyatakan jumlah penumpang untuk keberangkatan di Terminal Poris Plawad cukup signifikan sepanjang April 2020. Tercatat, jumlahnya mencapai 7.918 orang.
Rata-rata jumlah penumpang per harinya sebanyak 344 orang. Namun, khusus Kamis (23/4) melonjak hingga 1.344 orang.
"Mungkin banyak pekerja informal yang memutuskan untuk pulang sebelum ada pelarangan pemerintah," kata Polana.
Selanjutnya, rata-rata jumlah penumpang pada Maret 2020 hanya 401 orang dan April 2020 sebanyak 69 orang per hari. Hal yang sama terjadi di Terminal Baranangsiang, Bogor.
Tercatat, pada Januari 2020 jumlahnya masih 1.636 per hari tetapi bulan selanjutnya turun menjadi 1.511 per hari.
Penurunan kembali terjadi pada Maret 2020, di mana jumlah penumpang per harinya hanya 273 orang. Lalu, April 2020 ini turun menjadi 189 orang per hari. (aud/agt)