Hal ini diungkap oleh Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi UKM Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Tim Pelaksana Kartu Prakerja Mohammad Rudy Salahuddin.
Ia menyebut dari laporan beberapa Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi di daerah, salah satunya Disnakertrans di Kalimantan Tengah, mengaku kena semprot peserta karena dana insentif tak kunjung cair.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, PMO Kartu Prakerja menyatakan telah mentransfer seluruh uang insentif bagi peserta gelombang I sebesar Rp596,79 miliar. Dana tersebut dikirim kepada 168.111 peserta di mana setiap orang mendapatkan Rp3,55 juta
Direktur Kemitraan dan Komunikasi Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Panji Winanteya Ruky mengatakan dana tersebut akan masuk ke rekening virtual peserta. Namun, dana itu baru bisa digunakan untuk pembayaran biaya pelatihan dengan alokasi Rp1 juta per peserta.
Setelah menerima transfer dana, peserta dapat memilih pelatihan sesuai dengan kebutuhan dan minat mereka. Peserta bisa memilih pelatihan di delapan mitra platform digital yang bekerja sama dengan pemerintah.
Saat ini, ada delapan mitra platform digital, yaitu Bukalapak, Tokopedia, Ruangguru, Mau Belajar Apa, Pintaria, Sekolahmu, Pijar Mahir, dan prakerja.kemnaker.go.id. Dari delapan platform itu, tersedia 1.500 program pelatihan.
Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari menyatakan dana insentif program kartu prakerja akan otomatis hangus apabila peserta tidak mengikuti pelatihan dalam tempo sebulan setelah menerima dana tersebut.
"Jadi, kebijakan dari Pak Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Airlangga Hartarto) adalah jika bantuan tidak digunakan dalam waktu satu bulan maka akan hangus, ditarik negara," ungkap Denni.
[Gambas:Video CNN]
(uli/bir)