Ia percaya diri masuknya gula impor akan mampu mengatasi masalah keterbatasan stok dan tingginya harga gula di pasar yang mencapai Rp17 ribu sampai Rp18 ribu per kilogram (kg) belakangan ini.
"GKP yang kami beri penugasan ke BUMN diperkirakan masuk di pertengahan Mei, bisa lebih awal, sekarang lagi proses," ujar Agus, Rabu (29/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agus memastikan nantinya gula impor akan dijual sesuai acuan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp12.500 per kg. Gula akan didistribusikan ke pasar tradisional dan ritel modern.
Menurutnya, masalah keterbatasan stok dan harga tinggi kerap menjadi keluhan pedagang. Keluhan itu pun sudah masuk ke telinganya, salah satunya ketika ia memantau stok dan harga di berbagai bahan pokok di Pasar Kramat Jati pada hari ini.
Agus mengklaim masalah stok dan harga gula saat ini terjadi karena tiga hal. Pertama, pandemi virus corona atau Covid-19, sehingga membuat distribusi gula terganggu dari sisi aktivitas perdagangan.
Belum lagi, sejumlah negara pengimpor gula sudah terlanjur menerapkan kebijakan penutupan akses wilayah (lockdown). Beberapa daerah di Indonesia pun menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sehingga turut mengganggu distribusi.
[Gambas:Video CNN]
"Situasi ini tidak terjadi sebelumnya," tuturnya.
Kedua, permintaan meningkat jelang ramadan. Ketiga, mundurnya musim panen para petani tebu. Seharusnya, sambung Agus, para petani sudah melakukan tahap penggilingan pada bulan ini.
"Tapi ternyata harus mundur sampai Juli 2020," imbuhnya.
Kendati harga gula tengah melambung, Agus mengatakan pemerintah belum berencana mengubah HET untuk gula-gula yang dijual petani, meski hal ini justru merugikan petani. Sebab, dengan harga gula yang tinggi, petani tetap menikmati harga penjualan rendah di bawah HET.
"HET ini kami tidak berubah, saat ini masih ada produksi impor dan itu bisa terpenuhi. Soal musim giling yang mundur, ini akan kami evaluasi dan kami lihat apakah produktivitas petani berubah dari target panen tebu, sehingga hasil mereka terjual dengan baik," jelasnya.
Lihat juga:Efek Corona, Garuda Tunda Bayar Sewa Pesawat |