Dilansir dari CNN, Kamis (30/4), Biro Analisis Ekonomi AS (BEA) mencatat konsumsi dan investasi merosot selama tiga bulan pertama tahun ini. Padahal, keduanya merupakan penopang terbesar perekonomian negeri Paman Sam.
Secara tahunan, konsumsi AS turun 7,6 persen seiring berkurangnya aktivitas warga untuk menekan penyebaran wabah virus corona. Kinerja itu merupakan yang terburuk sejak kuartal II 1980.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, kontraksi itu memastikan bahwa enam tahun pertumbuhan ekonomi kuartalan telah berakhir. Artinya, AS hampir pasti tengah menghadapi resesi yang dalam.
Sementara itu, Bank Sentral AS (The Federal Reserves (The Fed) mengingatkan wabah virus corona akan tetap menjadi risiko yang besar bagi ekonomi. Bahkan, kontraksi diperkirakan masih akan berlanjut hingga kuartal II.
[Gambas:Video CNN]
"Aktivitas ekonomi kemungkinan akan turun pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya pada kuartal II. Terburuk dari yang pernah kita lihat," ujar Gubernur The Fed Jerome Powell usai menghadiri Rapat Komite Pasar Terbuka (FOMC), Rabu (29/4), waktu setempat.
Sebagai respons atas penurunan tersebut, The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya di level nol persen.