Direktur Eksekutif Aprisindo Firman Bakri mengatakan sudah melakukan komunikasi dengan manajemen Shyang Yao Fung terkait PHK massal tersebut. Berdasarkan info yang ia terima, jumlah karyawan yang terkena PHK mencapai sekitar 2.000 orang.
"PHK akan dilakukan dalam dua tahap, yaitu tahap 13 Mei 2020 dan 20 Mei 2020," ucap Firman kepada CNNIndonesia.com, Kamis (30/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:3.396 Pekerja di Bandung Kena PHK |
"Sejak tahun lalu, mereka sudah menyiapkan rencana realokasi pabrik ke Brebes. Rencananya kapasitas pabrik di Brebes akan jauh lebih besar dari kapasitas yang ada saat ini di Banten," jelas Firman.
Ia menambahkan manajemen Shyang Yao Fung bakal membayar gaji dan tunjangan seluruh karyawan yang terkena PHK sesuai ketentuan Undang-Undang (UU) Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
Sebelumnya, kabar PHK massal yang dilakukan oleh manajemen Shyang Yao Fung ramai dibicarakan di media sosial.
Video itu menayangkan sejumlah karyawan yang sedang diberitahu bahwa akan terjadi PHK besar-besaran diunggah oleh pemilik akun Instagram @lambe_turah dan mendapatkan komentar dari warganet mencapai 14 ribu akun.
Sementara itu, CNNIndonesia.com sudah mencoba melakukan konfirmasi kepada manajemen dengan menghubungi nomor telepon kantor. Namun, nomor tersebut tak bisa dihubungi.
[Gambas:Video CNN]
(aud/bir)