Generasi Milenial Doyan 'Ngutang' di Pinjol

CNN Indonesia | Senin, 04/05/2020 19:28 WIB
Penukuran uang baru di Bank Indonesia cabang Thamrin, Jakarta, 10 Mei 2019. Bank Indonesia menyiapkan uang baru pecahan Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000 dan Rp20.000 untuk menghadapi bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1440 H. CNN Indonesia/Hesti Rika Statistik Fintech OJK mencatat usia 19-34 tahun mendominasi pinjaman online (pinjol). Diikuti oleh warga berusia 35-54 tahun. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Statistik Fintech yang dilansir Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Maret 2020 menyebut milenial di usia 19 tahun-34 tahun mendominasi pinjaman online (pinjol). Yakni, sebanyak 70,07 persen.

Sisanya diikuti oleh warga yang berusia 35 tahun-54 tahun dengan porsi 27,79 persen, dan hanya 1,37 persen yang berusia di atas 54 tahun, termasuk sebagian kecil lainnya berusia kurang dari 19 tahun.

Berdasarkan jenis kelamin, jumlah peminjam nyaris rata antara laki-laki dan perempuan. Peminjam laki-laki tercatat mendominasi sedikit lebih banyak, yaitu sebanyak 50,58 persen dari total peminjam sebanyak 24,15 juta orang. Sedangkan, peminjam perempuan mencapai 49,29 persen.


Dari sisi wilayah, lebih dari 19 juta peminjam ada di Pulau Jawa. Jumlahnya meningkat 245 persen dibandingkan Maret 2019 lalu. Sementara, jumlah peminjam di luar Jawa tercatat sebanyak 4,29 juta orang.

Per Maret 2020, jumlah outstanding pinjol yang mengalir sebanyak Rp14,79 triliun atau naik 90 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pinjaman online dicairkan melalui 161 pelaku fintech yang terdaftar dan berizin.

Bila diakumulasikan, jumlah pinjol yang mengalir mencapai Rp102,53 triliun per Maret 2020 atau melesat 208 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sayangnya, peningkatan pinjaman online tidak diiringi dengan kualitas kredit. Hal ini terbukti dari Tingkat Keberhasilan Bayar 90 Hari (TKB90) yang menurun ke posisi 95,78 persen pada kuartal I 2020. Pada Desember 2019, TKB90 masih bertengger di posisi 96,35 persen dan 98,55 persen pada 2018 lalu.

[Gambas:Video CNN]

(bir/sfr)