Perlambatan laju pertumbuhan PMTB turut menyeret pertumbuhan ekonomi sepanjang Januari-Maret 2020 yang hanya mampu mencapai 2,97 persen. Pasalnya, PMTB merupakan penopang perekonomian terbesar kedua dengan porsi 31,91 persen.
"(Pertumbuhan) komponen bangunan melambat cukup dalam dari 5,48 persen (pada kuartal I 2019) ke 2,76 persen. Itu yang sebabkan PMTB pertumbuhannya tertarik dalam karena porsi bangunan ke PMTB total besar," ujar Kepala BPS Suhariyanto dalam paparannya, Selasa (5/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:PSBB, Konsumsi Rumah Tangga Jatuh 2,8 Persen |
Suhariyanto menerangkan kontraksi barang modal jenis mesin terjadi pada mesin yang berasal dari domestik maupun impor.
Pertumbuhan komponen sumber daya hayati (CBR) juga negatif 0,04 persen, dari sebelumnya 9,32 persen. Hal ini dipengaruhi oleh merosotnya nilai tambah tanaman perkebunan yang belum berproduksi.
[Gambas:Video CNN]
Sementara, komponen barang modal jenis peralatan lainnya tumbuh menguat dari minus 6,76 persen menjadi 2,39 persen. Penguatan khususnya terjadi pada peralatan lainnya yang berasal dari impor. Sementara, produksi domestik komponen peralatan lainnya merosot.
Pertumbuhan barang modal jenis kendaraan juga menanjak dari negatif 7,37 persen menjadi 2,72 persen. Peningkatan pertumbuhan terutama pada produksi kendaraan domestik sedangkan kendaraan yang berasal dari impor menurun.