Corona Kikis Ekonomi Australia Rp37,7 Triliun per Pekan

CNN Indonesia | Selasa, 05/05/2020 21:07 WIB
Sydney Australia - August 05, 2017: Early morning in Sydney, and the iconic Opera House and a glorious pre-dawn sky are reflected in the waters of Circular Quay. In the foreground a seagull sits atop a wooden piling. Perekonomian Australia menyusut AU$4 miliar per pekan karena wabah virus corona. Ilustrasi. (Istockphoto/simonbradfield).
Jakarta, CNN Indonesia -- Perekonomian Australia terpukul karena kehilangan AU$4 miliar atau setara Rp37,7 triliun per pekan selama pandemi virus corona. Selain itu, Produk Domestik Bruto (PDB) diperkirakan turun 10 persen pada kuartal II 2020.

Kasus terkait virus corona terus mengalami penurunan di Australia. Kasus baru covid-19 juga melambat menjadi hanya satu digit dan bahkan nol di sebagian wilayah Negeri Kanguru.

Namun, penurunan jumlah kasus itu tidak berbanding lurus dengan perekonomian mereka. Menteri Keuangan Australia Josh Frydenberg mengatakan kebijakan pemerintah dalam memerangi virus corona memberikan pukulan telak untuk perekonomian.


"Untuk setiap pekan saat dilakukannya pembatasan (lockdown), Kementerian Keuangan memperkirakan hampir AU$4 miliar berkurang. Hal ini merupakan kombinasi dari pengurangan tenaga kerja, berkurangnya produktivitas, dan berkurangnya konsumsi," kata Frydenberg seperti dikutip dari AFP, Selasa (5/5).

Biro Statistik Australia (ABS) melaporkan tingkat pengangguran saat ini mencapai 7,5 persen. Persentase itu setara 700 ribu pekerja dari sekitar 13 juta tenaga kerja aktif di sana.

Diketahui sepertiga pekerja di industri perhotelan terkena dampak paling buruk karena harus kehilangan pekerjaan mereka. Selain itu terdapat pula 27 persen orang di sektor seni dan rekreasi yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

ABS juga membeberkan data 31 persen keluarga di Australia mengalami kondisi keuangan yang memburuk akibat pandemi covid-19.

Sebelumnya Kementerian Keuangan Australia memperkirakan tingkat pengangguran akan berlipat ganda hingga 10 persen pada pertengahan tahun ini. Artinya, 1,4 juta orang bakal kehilangan pekerjaan.

[Gambas:Video CNN]

Di hari yang sama, Bank Sentral Australia (RBA) mempertahankan suku bunga di angka 0,50 persen. Pada Maret lalu, Australia sempat memangkas suku bunga menjadi 0,25 persen atau nyaris nol persen.

Australia sendiri mencatat lebih dari 6.800 kasus positif Covid-19. Sebanyak 5.859 pasien dinyatakan sembuh dan 96 orang meninggal dunia.

(jal/sfr)