"Menurut saya realistis. Selama ini petani memang bekerja, hanya karena overconfident dari para penegak hukum seperti Kodim dan Polsek yang membatasi aktivitas pertanian di tengah panen," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Selasa (5/5).
Menurut Nuruddin, penerapan pembatasan sosial menyebabkan banyak petani kesulitan mencari tenaga kerja untuk panen. Sehingga, hasil panen menjadi terbatas dan tidak maksimal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harus dipastikan bahwa petani tetap berproduksi harus, tetap bertanam dengan menerapkan protokol kesehatan," ujarnya saat membuka rapat terbatas (ratas) secara virtual tentang antisipasi dampak kekeringan terhadap ketersediaan bahan pokok, Selasa (5/5).
Untuk itu, ketersediaan sarana-sarana produksi pertanian seperti bibit, pupuk, maupun sarana pertanian lainnya harus tersedia dengan harganya terjangkau. Ia juga meminta jajaran kabinet untuk mempertajam stimulus ekonomi untuk petani.
Selain itu, ia juga menekankan ketersediaan air di daerah sentra-sentra produksi pertanian. Menurutnya, itu menjadi kunci antisipasi dan mitigasi kekeringan. Oleh sebab itu, kepala negara meminta seluruh jajarannya untuk mempersiapkan dan memenuhi penyimpanan air hujan seperti danau, waduk, embung, kolam retensi, dan penyimpanan air buatan lainnya.
Terakhir, Jokowi meminta jajarannya untuk memperhatikan manajemen pengelolaan stok untuk kebutuhan bahan pokok secara detail.
"Bulog tetap harus membeli gabah dari petani sehingga harga di petani menjadi lebih baik," ucapnya.
[Gambas:Video CNN]
(age/sfr)