Hal itu terlihat dari seorang pencicip makanan mengambil kiriman dari kepala pelayan di dalam sedan hitam. Sebuah layanan mewah jasa antar makanan yang hanya bisa dirasakan para jutawan.
Dilansir dari AFP, Rabu (6/5), Thailand adalah salah satu negara yang paling tidak setara di dunia, dengan jurang lebar yang menganga di antara si kaya dan si miskin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perusahaan pelayanan Silver Voyage Club adalah salah satu yang berupaya memenuhi hasrat kaum elite tersebut. Mereka mengantar makanan kelas atas dari restoran top.
"Klien utama kami adalah individu bernilai tinggi yang merupakan (nasabah) VIP dari bank," kata pendiri Silver Voyage Club Jakkapun Rattanapet.
Silver Voyage Club kini meluncurkan program White Glove Delivery setelah bisnis pramutamu merosot ketika perekonomian global terhenti.
Daging sapi wagyu, hidangan laut, dan dim sum ditawarkan dari 20 restoran. Beberapa di antaranya bertempat di hotel-hotel mewah atau terdaftar di Michelin Guide.
Seorang kepala pelayan dengan mengenakan sarung tangan putih juga bisa ikut mengatur meja dan menyajikan makan. Itu merupakan bagian dari pelayanan yang diberikan perusahaan pramutamu tersebut.
Menurut laporan Forbes, Thailand memiliki 27 miliarder dengan keluarga Chearavanont yang mengepalai konglomerat agroindustri CP Group menduduki puncak daftar miliarder tersebut, dengan kekayaan bernilai US$27,3 miliar.
Pada bulan lalu, keluarga Chearavanont berjanji kepada Pemerintah Thailand untuk menyumbangkan US$29 juta. Di hari yang sama, Perdana Menteri Prayut Chan O Cha menyerukan orang-orang super kaya di negara tersebut untuk mengeluarkan kocek guna membantu Thailand terhindar dari kehancuran ekonomi.
Pengurangan pembatasan pada restoran-restoran di Bangkok pada Minggu (3/5) memungkinkan pelanggan menikmati makan dengan menjaga jarak.
Dalian, sebuah restoran Cina di pusat Kota Bangkok menghasilkan 3 ribu bath atau setara dengan Rp1,3 juta per hari pada situasi saat ini.
Jumlah itu turun 80 persen dari sebelum pandemi, kata Jay, manajer restoran tersebut, yang enggan menyebutkan nama belakangnya.
Restoran Dalian pun beralih ke aplikasi pengiriman untuk menjangkau pelanggan yang sebagian besar masih tinggal di rumah, meskipun ada penambahan komisi yang besar mencapai 30 persen.
[Gambas:Video CNN]
(sry/sfr)