Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan meski judulnya BLT, tapi tak semua bantuan diberikan secara tunai. Adapun jumlah bantuan yang diberikan secara tunai sendiri sebesar Rp8,33 miliar dan non tunai Rp54 miliar.
"BLT per provinsi yang bayar tunai sudah mencakup 126 desa dan 13.899 kelompok penerima," ujar Sri Mulyani dalam video conference, Jumat (8/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) Abdul Halim Iskandar mengestimasi penggunaan dana desa untuk BLT sebesar Rp22 triliun. Dana itu akan dialirkan untuk 74.953 desa tahun ini.
Ia bilang BLT Dana Desa ini menyasar warga miskin yang kehilangan mata pencaharian karena penyebaran virus corona. Mereka juga adalah warga yang memang belum tersentuh bantuan dari kebijakan apapun yang dilakukan pemerintah.
Para penerima bantuan ini akan didata oleh relawan desa penyebaran virus corona yang telah dibentuk dan dipimpin langsung oleh kepala desa. Basis pendataan dilakukan di setiap RT.
Untuk satu RT minimal ada tiga relawan yang jadi pendamping. Sebab, perlu ada definisi dan pandangan dari beberapa orang untuk menentukan satu keluarga berhak diberi bantuan atau tidak.
Setelah dilakukan pendataan oleh ketua RT, berkas tersebut akan dibawa ke forum musyawarah desa khusus. Hal ini dilakukan untuk memverifikasi dan memvalidasi data keluarga miskin baru itu.
Kemudian, data akan dibawa ke tingkat kabupaten untuk dilakukan sinkronisasi. Dengan demikian, data yang masuk untuk menerima BLT Dana Desa nantinya konkret.
[Gambas:Video CNN]
(aud/sfr)