Apple pertama kali mengumumkan penutupan toko-toko ritel di AS pada awal April lalu. Penutupan toko-toko tersebut berlangsung hingga Mei 2020.
Namun, kasus virus corona di beberapa negara bagian AS mulai mereda. Hal ini membuat Apple kembali membuka lapak, terutama di empat negara bagian, yaitu Idaho, South Carolina, Alabama, dan Alaska.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami merindukan konsumen kami dan ingin memberikan dukungan kami," kata juru bicara Apple seperti dilansir CNNInternational.
Apple juga disebutkan akan menerapkan protokol kesehatan di toko-toko yang akan dibuka kembali. Mulai dari pengecekan suhu, masker untuk staf dan konsumen, serta penyediaan masker untuk konsumen. Selain itu, pihak Apple akan menerapkan aturan jaga jarak untuk mencegah penyebaran virus corona.
"Kami menyarankan, jika memungkinkan konsumen membeli secara online untuk pengiriman tanpa ada sentuhan atau penjemputan di dalam toko."
Pada Maret lalu, semua toko Apple di China telah dibuka kembali. Diikuti, dengan toko di Seoul, Korea Selatan, Australia, dan Austria. Seluruh toko Apple di Jerman juga akan dibuka kembali pada Senin mendatang.
Apple memiliki 571 toko di seluruh dunia dan 271 di antaranya berada di Negeri Paman Sam.
[Gambas:Video CNN]
(jal/bir)