Pekan Ini, Apple Kembali Buka Lapak Dagang di AS

CNN Indonesia | Senin, 11/05/2020 06:36 WIB
The new Apple 11 Pro is seen on display during an Apple product launch event at Apple's headquarters in Cupertino, California on September 10, 2019. - Apple unveiled its iPhone 11 models Tuesday, touting upgraded, ultra-wide cameras as it updated its popular smartphone lineup and cut its entry price to $699. (Photo by Josh Edelson / AFP) Perusahaan teknologi multinasional Apple akan membuka kembali toko di beberapa negara bagian Amerika Serikat mulai Senin (11/5). Ilustrasi Apple. (AFP/Josh Edelson).
Jakarta, CNN Indonesia -- Apple berencana membuka kembali sebagian toko mereka di Amerika Serikat (AS) mulai pekan ini. Gerai Apple sempat ditutup hampir dua bulan karena pandemi virus corona.

Apple pertama kali mengumumkan penutupan toko-toko ritel di AS pada awal April lalu. Penutupan toko-toko tersebut berlangsung hingga Mei 2020.

Namun, kasus virus corona di beberapa negara bagian AS mulai mereda. Hal ini membuat Apple kembali membuka lapak, terutama di empat negara bagian, yaitu Idaho, South Carolina, Alabama, dan Alaska.


Perusahaan teknologi multinasional itu tidak mengungkapkan berapa banyak toko yang akan dibuka kembali dari enam toko di empat negara bagian tersebut. Toko pertama yang akan dibuka, yakni yang berada di Boise, Idaho, pada Senin (11/5) waktu setempat.

"Kami merindukan konsumen kami dan ingin memberikan dukungan kami," kata juru bicara Apple seperti dilansir CNNInternational.

Juru bicara perusahaan juga menyatakan Apple akan fokus pada Genius Bar yang menyediakan layanan langsung dan dukungan teknis. Ini dikarenakan banyak orang di tengah pandemi covid-19 menggunakan produk untuk tetap bisa melakukan apapun saat bekerja di rumah.

Apple juga disebutkan akan menerapkan protokol kesehatan di toko-toko yang akan dibuka kembali. Mulai dari pengecekan suhu, masker untuk staf dan konsumen, serta penyediaan masker untuk konsumen. Selain itu, pihak Apple akan menerapkan aturan jaga jarak untuk mencegah penyebaran virus corona.

"Kami menyarankan, jika memungkinkan konsumen membeli secara online untuk pengiriman tanpa ada sentuhan atau penjemputan di dalam toko."

Sebelumnya, Apple telah menutup 458 toko di luar China pada awal Maret lalu. Perusahaan juga meminta pegawai untuk bekerja dari rumah sebagai langkah untuk mencegah penyebaran virus corona.

Pada Maret lalu, semua toko Apple di China telah dibuka kembali. Diikuti, dengan toko di Seoul, Korea Selatan, Australia, dan Austria. Seluruh toko Apple di Jerman juga akan dibuka kembali pada Senin mendatang.

Apple memiliki 571 toko di seluruh dunia dan 271 di antaranya berada di Negeri Paman Sam.

[Gambas:Video CNN]


(jal/bir)