Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan Bob Saril mengatakan kegiatan pencatatan meteran listrik itu akan dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus corona. Misalnya, petugas PLN nantinya akan menggunakan standar alat pelindung diri (APD).
"Akhir Mei ini petugas kami akan kembali mencatat ke rumah pelanggan untuk rekening Juni. Hal ini dilakukan untuk memastikan kesesuaian tagihan rekening listrik dengan penggunaan listrik oleh pelanggan," terang Bob dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (19/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, PLN akan menggunakan rata-rata pemakaian tiga bulan sebagai dasar perhitungan rekening listrik jika pelanggan tak mengirimkan laporan mandiri melalui WhatsApp dan lokasi rumah tak bisa didatangi petugas.
Dampaknya, tagihan listrik pelanggan akan dilakukan penyesuaian ketika petugas melakukan pencatatan meteran ke rumah pelanggan.
Bob mengimbau pelanggan agar membayar tagihan listrik secara daring (online). Ia bilang transaksi bisa dilakukan di mana saja tanpa harus datang ke kantor PLN.
"Pembayaran bisa melalui ATM, internet banking, SMS banking, aplikasi dompet digital (e-wallet) seperti Link Aja, Gopay, dan sebagainya ataupun melalui aplikasi E-Commerce seperti Tokopedia, Bukalapak, Traveloka, dan sebagainya," pungkas Bob.
[Gambas:Video CNN]
(aud/bir)