Laba PLN Anjlok Jadi Rp4,32 Triliun pada 2019

CNN Indonesia | Senin, 18/05/2020 20:36 WIB
Petugas melakukan pengecekan jaringan ilegal di salah satu tiang listrik di Area operasional Menteng, Jakarta, Jumat, 26 Februari 2016. Pihak PLN melakukan pengecekan dan akan  membongkar jaringan listrik ilegal di tiang-tiang listrik pada 28 Februari mendatang. CNN Indonesia/Adhi Wicaksono. PLN mencatat sepanjang 2019, pendapatan perusahaan meningkat 4,67 persen menjadi Rp285,64 triliun. (Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT PLN (Persero) meraup laba bersih sebesar Rp4,32 triliun sepanjang tahun lalu. Raupan laba tersebut anjlok 62,6 persen dibandingkan perolehan tahun sebelumnya, Rp11,56 triliun.

Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN I Made Suprateka mengungkapkan, tahun lalu, perusahaan meraup laba setelah subsidi pemerintah sebesar Rp44,16 Triliun dengan EBITDA senilai Rp81,66 triliun.

"Dengan kondisi tarif yang tidak naik sepanjang 2019, perseroan membukukan pendapatan usaha Rp285,64 triliun meningkat 4,67 persen dari tahun lalu," ujar Made dalam keterangan resmi, dikutip Senin (18/5).


Tahun lalu, volume penjualan listrik tercatat 245,52 Terra Watt hour (TWh) atau meningkat 4,65 persen dibanding dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 234,62 TWh. Peningkatan penjualan kWh ini didukung oleh pertumbuhan jumlah pelanggan.

Tercatat, sampai dengan akhir Desember 2019, jumlah pelanggan perseroan telah mencapai 75,7 juta dengan daya tersambung 136.600 MVA atau bertambah sebanyak 3,8 juta pelanggan dengan daya 7.700 MVA dari posisi akhir Desember 2018 sebesar 71,9 juta pelanggan.

"Dengan demikian, rasio elektrifikasi nasional dapat digenjot dari 98,3 persen di 2018 menjadi 98,89 persen pada akhir tahun 2019," ujarnya.

Secara operasional, hingga akhir 2019, perusahaan setrum negara ini telah berhasil menambah kapasitas terpasang pembangkit sebesar 4.588 Mega Watt (MW) dari 57.646 MW pada 2018 menjadi 62.234 MW pada 2019.

Jaringan transmisi khususnya untuk evakuasi daya pembangkit yang telah beroperasi meningkat 6.211 kilometer sirkuit (kms) dari 53.606 kms pada 2018 menjadi 59.817 kms sampai dengan akhir 2019. Kemudian, penambahan kapasitas Gardu Induk sebesar 17.507 Mega Volt Ampere (MVA) dari 131.164 MVA pada 2018 menjadi 148.671 MVA.

[Gambas:Video CNN]


(sfr/sfr)