Mengutip Antara, Senin (18/5), minyak mentah acuan West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni naik US$1,87 atau 6,8 persen menjadi US$29,43 per barel. WTI sempat tembus US$29,92 dalam sesi perdagangan yang merupakan posisi tertinggi sejak pertengahan Maret.
Sementara itu, minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli naik US$1,37 atau 4,4 persen menjadi US$32,50 per barel. Selama sepekan, minyak WTI melonjak 19,7 persen dan minyak mentah Brent naik 5,2 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IEA memperkirakan persediaan minyak mentah global turun sekitar 5,5 juta barel per hari (bph) pada paruh kedua 2020. Secara tahunan, IEA memprediksi permintaan minyak turun 8,6 juta bph. Namun, angka penurunan itu lebih kecil 690 ribu bph dibandingkan prediksi bulan lalu.
Selain itu, Badan Informasi Energi AS mengatakan persediaan minyak mentah mereka turun tiba-tiba atau tak terduga. Ini mengurangi risiko bahwa harga akan anjlok menjelang akhir kontrak pada pekan depan.
Sejalan dengan itu, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen besar lainnya telah merealisasikan pemotongan produksi untuk mengurangi kelebihan pasokan.
Organisasi itu akan mengurangi produksi sebesar 9,7 juta bph untuk Mei dan Juni. Selanjutnya, pemotongan produksi diturunkan menjadi 7,7 juta bph pada Juli-Desember, dan 5,8 juta bph di Januari-April 2021. (ulf/bir)