Jadi Zona Merah Corona, Freeport Klaim Produksi Lebihi Target

hrf, CNN Indonesia | Jumat, 15/05/2020 16:52 WIB
Haul truck yang digunakan dalam operasional tambang PT Freeport Indonesia, umumnya digerakkan mesin diesel dengan jumlah silinder lebih dari 10. Laju konsumsi bahan bakarnya mencapai 250 liter per jam. Direktur Utama PT Inalum (Persero) Orias Petrus Moedak mengungkap saat ini operasional perusahaan tetap berjalan seperti biasa dan semakin membaik. Ilustrasi. (PT Freeport Indonesia).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Freeport Indonesia (PTFI) jadi zona merah penyebaran virus corona di Mimika, Papua, setelah ditemukannya puluhan karyawan yang positif covid-19 setelah menjalani tes. Meskipun demikian, Direktur Utama PT Inalum (Persero) Orias Petrus Moedak menyatakan operasional perusahaan tetap berjalan seperti biasa.

Bahkan, ia mengklaim operasional semakin membaik. Hal itu terlihat dari target produksi tambang tembaga dan emas pada akhir kuartal pertama lalu sampai saat ini yang melampaui target.

"Hasilnya sedikit di atas target operasional. Kami setiap kuartal itu ada target operasionalnya. Jadi di atas sedikit, di atasnya tidak lebih dari 1 persen tapi itu sudah sangat baik di tengah kondisi saat ini," kata Orias lewat video conference, Jumat (15/5).


Orias juga menegaskan bahwa pertambangan di dataran tinggi Tembagapura beroperasi normal meski ada pembatasan akses. Ia menjelaskan manajemen perusahaan membantu pasokan bahan baku tetap berjalan.

Terkait desakan penutupan operasional sementara dari Pemkab dan DPRD Mimika, ia mengklaim perusahaan belum menerima pernyataan atau surat resmi secara langsung.

"Kalau yang diminta Pak Bupati menutup akses tidak masalah, kalau sekedar menutup akses. Kalau menghentikan itu pilihan yang menurut kami tidak ada karena tindakan yang diambil menurut kami sudah memenuhi prosedur terbaik yang dilakukan," lanjutnya.

Sebelumnya, Presiden Direktur Freeport Indonesia Tony Wenas menuturkan sistem perlindungan kesehatan bagi 25 ribu pekerja di Freeport terus ditingkatkan. Salah satunya dengan menambah kapasitas pemeriksaan virus corona melalui 50 ribu alat rapid test dan Polymerase Chain Reaction (PCR).

Lalu, perusahaan juga menambah jumlah tenaga medis, ruang medis, dan akomodasi isolasi di RS Tembagapura serta alat bantu pernapasan atau ventilator. Tony juga memastikan pemeriksaan suhu tubuh pekerja, penerapan jarak fisik, pembatasan perjalanan, peningkatan upaya sanitasi, dan larangan pertemuan dalam jumlah besar tetap berlangsung.

Selain itu, perusahaan juga menggalang kerja sama dengan International SOS untuk penanganan lebih lanjut. Tujuannya, agar mitigasi, deteksi, identifikasi, dan isolasi bisa dilakukan dengan cepat dan efektif.

[Gambas:Video CNN]

(age)