Direktur Komisi Keadilan, Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan (KKPKC) untuk Keuskupan Agung Semarang Romo FX Endra Wijayanta mengatakan 42 lembaga keagamaan ini berasal dari Argentina, Australia, Bangladesh, Brasil, Kolombia, Ekuador, Indonesia, Irlandia, Italia, Kenya, Myanmar, Spanyol, Inggris dan Amerika Serikat.
"Masa pandemi covid-19 adalah waktu yang tepat untuk tidak hanya merenung, tetapi untuk bertindak. Kita harus menghentikan spiral kematian ekologis. Kita harus menghidupkan kembali harapan ekologis kita, dalam pertobatan besar umat manusia, dengan menempuh jalan menuju kehidupan yang lebih berkelanjutan," ungkapnya dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (18/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia turut memaparkan setidaknya ada 21 lembaga keagamaan Katolik yang mengelola investasi senilai US$40 miliar atau setara Rp600 triliun (asumsi kurs Rp15 ribu per dolar AS) di perusahaan yang bergerak di sektor yang sesuai Sumpah Investasi untuk Dampak Katolik. Mereka adalah perusahaan yang ramah lingkungan.
Senada, Pendiri dan Ketua Eksekutif Carbon Tracker Mark Campanale menyatakan langkah pemulihan ekonomi dari masa pandemi corona di berbagai negara merupakan momentum yang tepat untuk membenahi iklim investasi. Ia menekankan investasi di berbagai bidang saat ini harus bisa berdampak positif dan dirasakan masyarakat di kehidupan mendatang.
Sementara Ketua Lembaga Pemuliaan Hidup dan Sumber Daya Alam Majelis Ulama Indonesia (MUI) Hayu Prabowo mengungkapkan investasi yang ramah lingkungan merupakan bagian dari ajaran agama. Sebab, turut merawat alam.
MUI pun pernah mengeluarkan tujuh fatwa berkenaan dengan pelestarian lingkungan hidup sejak tahun 2010. Khususnya berkaitan dengan energi fosil, MUI mengeluarkan fatwa mengenai pertambangan yang ramah lingkungan dan pertambangan wajib mentaati kaidah-kaidah yang dapat memastikan tidak ada kerusakan alam yang permanen.
"Pada ajaran seluruh agama, alam menempati tempat yang istimewa. Oleh karenanya agama merupakan sarana yang tepat untuk menyampaikan pesan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pelestarian alam," katanya.
[Gambas:Video CNN]
(uli/age)