Corporate Affairs Director Alfamart Solihin mengatakan penjualan di seluruh gerai ritel modern perusahaan berkisar 5-7 persen jelang lebaran dibandingkan awal Maret atau sebelum penyebaran penyakit covid-19.
"Turun (penjualan). Dibandingkan Maret, penjualan saat ini turun 5-7 persen. Corona kan masuk awal maret, lalu diberlakukan PSBB juga," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Rabu (20/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Marketing Director PT Indomarco Prismatama (Indomaret) Wiwiek Yusuf juga mengakui ada penurunan penjualan. Meski, masih ada sedikit kenaikan untuk produk tertentu, seperti biskuit dan sirup. Namun, ia enggan merinci angka detailnya.
Menanggapi rencana pemerintah membuka aktivitas kembali di tengah pandemi corona (new normal), ia berharap bisnisnya kembali menggeliat. Ia juga mengaku tak kesulitan untuk menerapkan protokol kesehatan karena manajemen sudah melakukan hal itu sejak Maret.
"Prinsipnya kami mengikuti arahan dari pemerintah, termasuk soal protokol masa covid-19. Jadi, bila belum ada arahan perubahan, kami tetap menjalankan protokol yang berjalan," katanya.
Sepaham, Solihin juga menyebut Alfamart akan mengikuti peraturan pemerintah jika penyesuaian akan kembali dilakukan. Namun untuk saat ini, Alfamart belum menyiapkan protokol lanjutan dari yang telah ditetapkan.
[Gambas:Video CNN]
(wel/bir)