Kebut 8,3 Juta Bansos, Juliari Minta PT Pos Tak Lebaran

CNN Indonesia | Jumat, 22/05/2020 14:30 WIB
Menteri Sosial Juliari P Batubara (kedua kiri) yang mewakili Presiden Joko Widodo, dan Mensesneg Pratikno (kiri) melepas distribusi bantuan sosial sembako di depan Istana Merdeka, Jakarta, Senin (20/4/2020). Pemerintah mulai menyalurkan bantuan sosial untuk wilayah di DKI Jakarta dalam rangka penanganan COVID-19 di wilayah Jabodetabek. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan-Pool/hp. Jajaran PT Pos Indonesia diminta tak lebaran untuk salurkan bansos. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)
Solo, CNN Indonesia -- Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara menargetkan penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) Covid-19 ke 8,3 juta Kepala Keluarga (KK) hingga Sabtu (23/5) atau sebelum hari raya Idul Fitri. PT Pos Indonesia pun diminta bekerja siang malam.

Diketahui, penyaluran BST yang mencapai 8,3 juta dilakukan melalui PT Pos bekerja sama dengan Pemerintah Daerah. Penyalurannya dimulai sejak pertengahan Mei.

Saat ini, menurut Juliari, jumlah BST yang sudah tersalurkan mencapai 5 juta KK. Sisanya, 3,3 juta akan disalurkan dalam dua hari terakhir.


"Kami dengan PT pos sudah bersepakat untuk target sampai hari Sabtu (23/5) bisa mencapai 8,3 juta penerima," kata dia, saat meninjau penyaluran BST di Kelurahan Jagalan, Kecamatan Jebres, Surakarta, Kamis (21/5) siang.

Juliari optimistis PT Pos dibantu pemda akan memenuhi target itu. Selain di kantor Pos, penyaluran juga dilaksanakan di kantor-kantor kelurahan.

"PT Pos terus bekerja keras siang malam," katanya.

Saat memantau proses pendistribusian BST bagi KPM di Kantor Pos Regional IV Jalan Sisingamangaraja, Semarang Selatan, di hari yang sama, Mensos menyebut tak ada libur lebaran bagi jajaran PT Pos Indonesia.

"Untuk PT Pos enggak ada Lebaran-lah pokoknya, kerja terus sampai malam untuk membantu masyarakat memastikan bahwa saudara-saudara yang berhak menerima BST ini bisa mendapatkan atau menggunakan uang tersebut mungkin untuk keperluan Lebaran," kata Juliari, dikutip dari Antara.

Infografis Mengintip Paket Sembako Jokowi untuk Warga MiskinFoto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi
Ia tak menampik ada berbagai kendala selama penyaluran. Tak hanya proses penyaluran yang menimbulkan kerumunan hingga data penerima ganda. Tak sedikit penerima BST yang sudah menerima bantuan jenis lain dari Pemerintah Pusat maupun Daerah.

Mengenai data ganda, ia meminta Pemda memverifikasi data penerima sebelum penyaluran. Ia beralasan data dari Kemensos dapat diperbarui sesuai kondisi di lapangan. Data Kemensos sendiri, lanjutnya, hanyalah agregat data dari pemerintah daerah yang dikonsolidasi oleh Kemensos.

"Yang di lapangan ka Pemda. Mensos tidak mengumpulkan data. Kalau Mensos mengumpulkan data nanti kacau. Pemda mendata, mensos mendata, malah kemana-mana nanti," katanya.

Mensos juga berharap BST sebesar Rp600 ribu itu dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh penerima manfaat untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari di tengah pandemi Covid-19.

"Jangan digunakan untuk membeli rokok ya, gunakan untuk beli kebutuhan pokok dan kebutuhan lain yang penting," pesan dia, yang merupakan politikus PDIP itu.

Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo mengatakan pihaknya terus menggerakkan ketua RT dan lurah untuk disiplin memverifikasi data. Sebelum penyaluran diakui ada sejumlah peserta Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) yang juga menerima BST. Namun mereka telah dicoret dari data penerima BST.

[Gambas:Video CNN]
"Kita sudah sampaikan ke Dinsos (Dinas Sosial) untuk dikembalikan. Kalau untuk penerima yang sudah meninggal tetap kita salurkan ke ahli warisnya," katanya.

Meski demikian, Rudy meminta dana BST yang dikembalikan dapat disalurkan lagi ke warga Solo lain yang lebih membutuhkan.

"Saya minta yang dikembalikan itu dikembalikan ke Solo lagi. Karena warga kita juga masih banyak yang membutuhkan," tandasnya.

(syd/arh)

[Gambas:Video CNN]