Diketahui, penyaluran BST yang mencapai 8,3 juta dilakukan melalui PT Pos bekerja sama dengan Pemerintah Daerah. Penyalurannya dimulai sejak pertengahan Mei.
Saat ini, menurut Juliari, jumlah BST yang sudah tersalurkan mencapai 5 juta KK. Sisanya, 3,3 juta akan disalurkan dalam dua hari terakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Baru 2,46 Juta Warga Kantongi BLT Dana Desa |
Saat memantau proses pendistribusian BST bagi KPM di Kantor Pos Regional IV Jalan Sisingamangaraja, Semarang Selatan, di hari yang sama, Mensos menyebut tak ada libur lebaran bagi jajaran PT Pos Indonesia.
"Untuk PT Pos enggak ada Lebaran-lah pokoknya, kerja terus sampai malam untuk membantu masyarakat memastikan bahwa saudara-saudara yang berhak menerima BST ini bisa mendapatkan atau menggunakan uang tersebut mungkin untuk keperluan Lebaran," kata Juliari, dikutip dari Antara.
Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi |
Mengenai data ganda, ia meminta Pemda memverifikasi data penerima sebelum penyaluran. Ia beralasan data dari Kemensos dapat diperbarui sesuai kondisi di lapangan. Data Kemensos sendiri, lanjutnya, hanyalah agregat data dari pemerintah daerah yang dikonsolidasi oleh Kemensos.
"Yang di lapangan ka Pemda. Mensos tidak mengumpulkan data. Kalau Mensos mengumpulkan data nanti kacau. Pemda mendata, mensos mendata, malah kemana-mana nanti," katanya.
"Jangan digunakan untuk membeli rokok ya, gunakan untuk beli kebutuhan pokok dan kebutuhan lain yang penting," pesan dia, yang merupakan politikus PDIP itu.
Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo mengatakan pihaknya terus menggerakkan ketua RT dan lurah untuk disiplin memverifikasi data. Sebelum penyaluran diakui ada sejumlah peserta Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) yang juga menerima BST. Namun mereka telah dicoret dari data penerima BST.
[Gambas:Video CNN]
"Kita sudah sampaikan ke Dinsos (Dinas Sosial) untuk dikembalikan. Kalau untuk penerima yang sudah meninggal tetap kita salurkan ke ahli warisnya," katanya.
Meski demikian, Rudy meminta dana BST yang dikembalikan dapat disalurkan lagi ke warga Solo lain yang lebih membutuhkan.
"Saya minta yang dikembalikan itu dikembalikan ke Solo lagi. Karena warga kita juga masih banyak yang membutuhkan," tandasnya.
(syd/arh)
Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi