Maria tengah menjalani terapi hemodialisis akibat sakit gagal ginjal. Karyawan swasta itu harus melakukan cuci darah di sepanjang hidupnya. Ia telah melakoni prosedur tersebut selama hampir lima tahun.
"Saya sejak tahun 2015 divonis dokter harus melakukan cuci darah. Saya memiliki riwayat sakit hipertensi sehingga mengonsumsi obat darah tinggi secara rutin. Namun saya jarang melakukan kontrol," katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dunia saya serasa runtuh. Bagaimana tidak, dua kali seminggu saya harus rutin mendatangi Klinik HD ini untuk terapi hemodialisis. Betapa saya memikirkan biaya yang akan dikeluarkan, belum keluarga saya pribadi akan disusahkan dengan penyakit ini," kata Maria.
Lebih lanjut, Maria mengungkapkan merasakan manfaat besar jaminan kesehatan tersebut. Selain diringankan soal biaya, ia juga tak melihat perbedaan pelayanan terhadap pasien-pasien lain.
"Pelayanan yang diberikan sangat baik dan tidak pernah dipersulit untuk mendapatkan pengobatan. Saya merasa nyaman dengan jadwal yang telah diberikan dan tidak menunggu lama setiap terapi. Saya dan keluarga berterima kasih kepada BPJS Kesehatan yang telah membantu saya dan keluarga, serta kepada peserta JKN-KIS yang secara gotong-royong telah rutin membayar iuran. Kalian adalah pahlawan kami sesungguhnya," kata Maria. (rea)