Selain itu, ia membandingkan kebijakan pemerintah pada sektor pertanian dengan sektor lainnya yang juga terpuruk akibat virus corona, salah satunya transportasi.
Dengan mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), ia mengungkapkan sub sektor tanaman pangan mengalami kontraksi sebesar minus 10,3 persen pada kuartal I 2020. Angka itu merupakan yang terparah nomor dua setelah sub sektor transportasi udara yang minus 13,3 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekadar mengingatkan, pada Maret lalu, pemerintah menyatakan bakal menggelontorkan insentif Rp443,39 miliar untuk diskon 30 persen tiket pesawat ke 10 destinasi wisata. Insentif itu akan dirasakan oleh 25 persen penumpang per pesawat yang berlaku sejak Maret-Mei 2020.
"Tapi, apa yang diperoleh petani tanaman pangan yang sangat terpuruk? Tidak ada sama sekali," tulis Faisal.
[Gambas:Video CNN]
Imbasnya, impor pangan menunjukkan tren peningkatan, sehingga defisit perdagangan pangan terus naik. Maklum, di tengah penyebaran virus corona, rakyat harus tetap makan meski produksi pertanian merosot.
Dalam tulisan lainnya yang berjudul 'Lampu Kuning Impor Pangan', Faisal membeberkan fakta kenaikan impor bahan pangan. Mulai dari sayuran, buah-buahan, gula, kedelai, daging sejenis lembu, daging dan binatang hidup, beras, dan garam.
Yang paling parah, kata dia, adalah impor gula. Sejak masa kolonial hingga tahun 1967, Indonesia adalah negara pengekspor gula, bahkan sempat menjadi negara pengekspor terpandang di dunia. Sayangnya, saat ini pasokan gula Indonesia justru bergantung impor.
"Pergulaan di Indonesia kian memburuk dan mencapai puncaknya pada 2016 ketika Indonesia menjelma sebagai negara pengimpor gula terbesar di dunia, sampai sekarang," ujarnya.
Untuk mendukung produksi tersebut pemerintah sebenarnya sudah berjanji memberikan insentif senilai Rp600 ribu kepada petani miskin di tengah wabah virus corona. Insentif itu diberikan agar petani bisa tetap menanam pada periode tanam berikutnya.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan BLT itu terdiri dari Rp300 ribu berupa bantuan langsung tunai (BLT) dan Rp300 ribu berupa sarana-prasarana. Terdapat 2,44 juta petani yang masuk dalam kategori miskin tersebut. Kendati demikian, Airlangga belum merinci mekanisme pemberian insentif tersebut.
Selain itu, dalam rapat terbatas yang dilakukan Kamis (28/5) ini, Jokowi juga menyatakan pemerintah menggelontorkan dana Rp34 triliun untuk subsidi bunga kredit kepada pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), petani dan nelayan guna menghadapi tekanan ekonomi yang diakibatkan oleh penyebaran virus corona.
Jokowi berharap dana tersebut bisa membantu petani mendapatkan kredit murah untuk mendukung produksi pertanian mereka.