Jokowi Gelontorkan Rp34 T untuk UMKM, Petani dan Nelayan

CNN Indonesia | Kamis, 28/05/2020 10:11 WIB
Petani di Aceh Besar mencabut tanaman padi yang gagal panen akibat kekeringan, Kamis (23/1). (CNN Indonesia/Dani Randi) Jokowi menggelontorkan anggaran Rp34 triliun untuk subsidi bunga kredit kepada pelaku UMKM, petani dan nelayan guna menghadapi tekanan ekonomi yang diakibatkan oleh penyebaran virus corona. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Dani).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Jokowi menggelontorkan anggaran Rp34 triliun untuk subsidi bunga kredit kepada pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM),  petani dan nelayan guna menghadapi tekanan ekonomi yang diakibatkan oleh penyebaran virus corona

"Ini juga sudah diputuskan dan saya kira sudah berjalan pemerintah menyiapkan Rp34 triliun untuk merelaksasi pembayaran angsuran dan pemberian subsidi bunga kredit," ucap Jokowi dalam video conference, Kamis (28/5).

Ia bilang penyaluran subsidi bunga kredit dilakukan lewat program kredit usaha rakyat (KUR), pembiayaan ultra mikro (UMi), dan pegadaian. Dengan demikian, jika petani dan nelayan bisa mendapatkan fasilitas bunga kredit lebih murah dari biasanya. 


Selain itu, bagi petani dan nelayan yang belum masuk dalam kategori bankable atau belum memenuhi persyaratan perbankan, penyalurannya akan dilakukan melalui UMi dan program membina ekonomi keluarga sejahtera (Mekaar) yang berada di bawah tanggung jawab PT PNM (Persero).

"Saya minta ini prosedurnya dipermudah, aksesnya juga dipermudah, jangan berbelit-belit sehingga petani dan nelayan bisa memperoleh dana yang dibutuhkan," terang Jokowi.

Sementara, pemerintah juga menyiapkan program bantuan sosial (bansos) untuk 2,7 juta petani dan buruh tani serta 1 juta nelayan dan petambak. Bansos itu disalurkan melalui sejumlah program, seperti program keluarga harapan (PKH), bansos tunai alias bantuan langsung tunai (BLT), BLT dari dana desa, paket sembako, dan subsidi tarif listrik.

"Tujuan utama dari skema program ini untuk meringankan mereka, ini biaya konsumsi rumah tangga dari keluarga-keluarga yang tidak mampu termasuk di dalamnya petani dan nelayan," jelas Jokowi.

Dari sisi non fiskal, Jokowi mengklaim pemerintah telah menggelontorkan bantuan dalam bentuk pemberian bibit. Harapannya, bantuan itu bisa membuat usaha perikanan dan pertanian tetap berjalan.

"Saya kira ini sudah kami berikan sejak beberapa tahun lalu," pungkas Jokowi.

[Gambas:Video CNN]

(aud/agt)