Menurut Erick, kesuksesan perusahaan dalam mencetak untung tak lepas dari efisiensi besar-besaran yang terus diarahkan Kementerian BUMN. Tak hanya dari sisi keuangan tetapi juga struktur perusahaan.
"Makanya kemarin kami minta restrukturisasi besar besaran atas kinerja BUMN, tidak hanya cashflow (arus kas) tapi juga efisiensi dan konsolidasi harus terjadi," ucapnya saat mengikuti diskusi online, Jumat (29/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia melanjutkan, kinerja Krakatau Steel harus terus dijaga agar ke depan dapat terus mencetak laba dan bisa berkontribusi lebih bagi pembangunan.
"KRAS yang hasil restrukturisasi sudah mulai profitable, ini yang harus betul-betul kami jaga," terang Erick.
Torehan laba tersebut merupakan capaian yang cukup memuaskan setelah mengalami kerugian dalam 8 tahun terakhir.
Dirut Krakatau Steel Silmy Karim mengatakan torehan laba tersebut terjadi karena penurunan beban pokok pendapatan sebesar 39,8 persen dan biaya administrasi dan umum sebesar 41,5 persen.
Perseroan, kata Silmy, telah melakukan perbaikan bisnis sejak 2019 dan hasilnya mulai terlihat di kuartal I 2020.
[Gambas:Video CNN]
Beberapa upaya yang telah dilakukan perseroan untuk memperbaiki kinerja antara lain melalui program restrukturisasi dan transformasi.
"Salah satu hasil positif yang dicapai perseroan adalah penurunan biaya operasi induk turun 31 persen menjadi US$46,8 juta dibandingkan periode yang sama di tahun 2019", ujarnya dalam pernyataan yang dikutip Jumat (29/5) ini.
(hrf/sfr)