BPS Sebut Sensus Penduduk Online Hanya Diikuti 51 Juta Orang

CNN Indonesia | Selasa, 02/06/2020 12:49 WIB
Petugas memantau sistem informasi dan data masyarakat yang mengisi online Sensus Penduduk Indonesia 2020 di Ruang Kendali Eksekutif Sensus Penduduk 2020 Badan Pusat Statistik (BPS), Jakarta, Senin, 17 Februari 2020. BPS mengadakan sensus penduduk pada 15 Februari hingga 31 Maret 2020. CNNIndonesia/Safir Makki BPS mencatata sensus penduduk online baru diikuti 51 juta orang. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah masyarakat yang mengikuti sensus penduduk online sebanyak 51,36 juta jiwa. Angka itu berdasarkan perhitungan hingga penutupan masa perhitungan sensus penduduk online pada 30 Mei 2020.

"Hingga 30 Mei 2020 jumlah yang mengikuti 31,36 juta jiwa. Dengan mempertimbangkan ini adalah sensus online di Indonesia yang pertama kali, hasil ini membuktikan bahwa kepedulian masyarakat sangat luar biasa," ungkap Kepala BPS Suhariyanto, Selasa (2/6).

Ia menyatakan total penduduk Indonesia yang tercatat di Indonesia saat ini sebanyak 270 juta orang. Ini artinya, total masyarakat yang mengikuti sensus penduduk online setara dengan 19 persen dari total masyarakat.


"Untuk itu apa yang akan kami kerjakan setelah sensus penduduk online itu kami akan mengolah hasilnya dan membuat daftar penduduk yang akan kami buat satu per satuan lingkungan setempat dari hasil penduduk nanti," jelas dia.

Selanjutnya, Suhariyanto menjelaskan pihaknya akan melakukan sensus penduduk secara offline pada September 2020. Nantinya, BPS akan merekrut 247 ribu orang untuk melakukan sensus penduduk tersebut.

"Nanti petugas sensus akan ditemani oleh ketua RT berkeliling rumah tangga untuk membagikan kuisioner secara offline," terang Suhariyanto.

Dengan demikian, tak ada proses wawancara yang akan dilakukan oleh petugas BPS dengan masyarakat selama melakukan proses sensus penduduk. Masyarakat hanya diminta untuk mengisi kuisioner yang nantinya akan langsung diambil oleh petugas sensus.

"Sehingga penduduk yang belum melalukan sensus online kami harapkan betul-betul pada September 2020 nanti bersama-sama mencatat atau mengisi kuisioner," katanya.

[Gambas:Video CNN]
Ia menambahkan BPS pada awalnya berencana merekrut petugas baru hingga 400 ribu orang. Namun, karena anggaran BPS dipangkas hingga 43 persen di tengah pandemi virus corona, maka jumlah petugas yang akan direkrut berkurang menjadi hanya 247 ribu orang.

"Kemudian karena ada efisiensi pelatihannya nanti tidak dilakukan tatap muka, tapi video conference sekaligus untuk menerapkan protokol kesehatan. Dengan ada virus corona kami harus betul-betul ubah," pungkas Suhariyanto. (aud/agt)