Garuda Tongpes Gara-gara Urung Terbangkan Calon Jemaah Haji

CNN Indonesia | Selasa, 02/06/2020 15:00 WIB
Jamaah calon haji bersiap memasuki pesawat, pada keberangkatan kloter pertama embarkasi Padang, di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padangpariaman, Sumatera Barat, Selasa (17/7). Total calon jamaah haji yang berangkat melalui embarkasi Padang pada 2018 berjumlah 6.367 jemaah berasal dari Sumbar dan Bengkulu dan terbagi atas 17 kelompok terbang. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/Spt/18 Garuda Indonesia kehilangan 10 persen dari total pendapatannya karena urung memberangkatkan calon jemaah haji ke Tanah Suci. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kantong PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk akan semakin kempes akibat pembatalan keberangkatan calon jemaah haji tahun ini. Direktur Utama Garuda Irfan Setiaputra mengatakan selama ini keberangkatan haji menyumbang pendapatan hingga 10 persen dari total pendapatan perseroan.

"Makin berat ya, (keberangkatan) haji itu kontribusinya 10 persen terhadap pendapatan Garuda di tahun-tahun sebelumnya," jelasnya, kepada CNNIndonesia.com, Selasa (2/6).

Pun demikian, manajemen mengaku akan putar otak untuk menambal pendapatan dari lini bisnis lainnya. Kendati begitu, Irfan tak menjelaskan bisnis yang akan digarap oleh maskapai penerbangan BUMN tersebut.


Vice President (VP) Corporate Secretary Garuda Indonesia Mitra Piranti menyebut bahwa pihaknya akan mengikuti keputusan pemerintah dan membatalkan penerbangan calon jemaah haji.

"Pada prinsipnya kami mengikuti keputusan pemerintah. Persiapan yang sudah kami siapkan, lebih lanjut kami batalkan," katanya.

Direktur Keuangan dan Manajemen Resiko Garuda Indonesia Fuad Rizal mengatakan tahun lalu, Garuda menyiapkan 14 pesawat untuk mengangkut para jemaah haji yang terdiri atas dua kloter/gelombang keberangkatan atau sebanyak 111.071 calon jemaah haji.

Sebelumnya, Menteri Agama Fachrul Razi menyebut pemerintah batal memberangkatkan calon jemaah haji 2020 ke Arab Saudi karena pandemi virus corona.

"Berdasarkan pernyataan itu pemerintah memutuskan tak memberangkatkan haji pada 1441 hijriah," katanya.

Fachrul mengatakan keputusan tersebut diambil berdasar hasil kajian dengan sejumlah pihak. Ia menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menunggu kejelasan dari Saudi, namun hingga 20 Mei kepastian tak kunjung didapatkan pemerintah.

Jika haji jadi dilaksanakan, Indonesia akan mengirim kloter pertama pada 26 Juni nanti. Hingga Selasa (19/5) sore, tercatat 188.375 orang dari kuota 221 ribu yang telah melunasi biaya haji dan siap diberangkatkan.

[Gambas:Video CNN]

(wel/bir)