Langkah Garuda Bertahan dari Tekanan Virus Corona

CNN Indonesia | Selasa, 02/06/2020 10:38 WIB
Photograph taken on October 16, 2010 shows two Garuda aircrafts sporting the old (back) and the new (front) tail logo at Palembang airport in South Sumatra province.  Indonesian flag carrier Garuda is Garuda Indonesia mengambil berbagai langkah untuk mempertahankan perusahaan di tengah pukulan pandemi virus corona. (ROMEO GACAD / AFP).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) terus mencari cara untuk menghadapi dan menghindari tekanan yang diakibatkan oleh penyebaran wabah virus corona. Cara terbaru yang mereka tempuh mempercepat penyelesaian kontrak kerja pilot dengan status hubungan kerja waktu tertentu.

Percepatan dilakukan setelah perusahaan memotong gaji karyawan akibat pandemi virus corona. Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan penyelesaian kontrak itu dilakukan demi menyelaraskan ketersediaan dan permintaan operasional penerbangan yang terdampak pandemi covid-19.

Ia memastikan perusahaan tetap memenuhi kewajiban terkait seluruh hak dalam kontrak kerja pilot-pilot tersebut.


"Melalui penyelesaian kontrak tersebut Garuda Indonesia tetap memenuhi kewajibannya atas hak-hak penerbang sesuai masa kontrak yang berlaku," kata Irfan seperti dikutip dari pernyataannya, Selasa (2/6).

Irfan menambahkan kebijakan tersebut diambil dengan pertimbangan matang.  Meski berat untuk dilakukan, Irfan memastikan langkah ini harus dilakukan untuk melewati masa sulit karena pandemi covid-19.

"Ini keputusan berat yang harus kami ambil. Namun demikian, kami yakin Garuda Indonesia akan dapat terus bertahan dan kondisi operasional perusahaan akan terus membaik dan kembali kondusif sehingga mampu melewati masa yang sangat menantang bagi industri penerbangan saat ini," ujar Irfan.

Sebelumnya, untuk mengurangi tekanan akibat virus corona, Garuda memutuskan memotong gaji karyawan. Informasi soal pemotongan gaji karyawan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Garuda Indonesia Nomor: JKTDZ/SE/70010/2020 tentang Ketentuan Pembayaran Take Home Pay Terkait Pandemi Covid-19.

Dalam surat tersebut besaran pemotongan gaji diberlakukan berbeda-beda. Untuk level direksi dan komisaris besaran pemotongan 50 persen dari take home pay.

Untuk vice president, captain, first office, flight service manager, besaran pemotongan 30 persen. Untuk senior manager, besaran pemotongan 25 persen serta flight attendant, expert dan manajer sebesar 20 persen.

Sementara duty manager dan supervisor, besaran pemotongan 15 persen dan staf serta siswa besaran pemotongan 10 persen. Pemotongan gaji tersebut akan dilakukan terhitung mulai April ini sampai dengan Juni ini.

Direksi berjanji setelah kondisi normal, potongan gaji yang dilakukan selama tiga bulan tersebut akan dibayarkan kembali.

[Gambas:Video CNN]

(jal/age)