Dalam dokumen yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (2/6), protokol tersebut telah disetujui oleh Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pernikahan dan Gaun (APPGINDO) Andie Oyong, Ketua Umum Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI) Iden Gobel, Ketua Umum DPP Perhimpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia Suyatmi Harun.
Kemudian, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Jasa Dekorasi Indonesia (Aspedi) Agung Hariono, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Dokumentasi Indonesia Suprafto, dan Ketua Umum Himpunan Perusahaan Penata Acara Pernikahan Indonesia (Hastana) Gandi Priapratama. Mereka mengesahkan protokol tersebut pada 2 Juni 2020.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Lion Air Group Setop Terbang Mulai 5 Juni |
"Solusi lain yang kami sarankan adalah jumlah undangan dibatasi, disarankan hanya menggunakan setengah dari kapasitas venue," tulis mereka.
Kedua, dari segi hotel dan gedung mereka menyarankan kapasitas ballroom hanya boleh diisi sekitar 50 persen dari kapasitas normal. Alternatifnya yakni mengurangi jumlah undangan atau membagi jam acara dalam beberapa sesi.
"Kami juga menyarankan menyiapkan tempat cuci tangan sebelum memasuki ruangan acara," imbuhnya.
Ketiga, dari bidang katering salah satunya yakni semua karyawan dalam keadaan sehat. Jika terdapat karyawan yang sakit atau suhu diatas 37,2 derajat celcius disertai gejala-gejala covid-19, maka dilarang untuk bekerja.
"Pekerja menggunakan peralatan sesuai dengan peraturan yang berlaku selama berada di tempat produksi," tulisnya.
[Gambas:Video CNN]
Mereka juga meminta anggotanya untuk memperhatikan kebersihan dapur katering dan infrastrukturnya hingga menu sehat yang variatif dan peralatan yang bersih.
Keempat, dari aspek dekorasi, salah satu anjuran mereka adalah menyediakan pelaminan berjenjang, menggunakan level, dan lebih lebar.
Hal ini tentunya disesuaikan dengan kebutuhan serta disepakati semua yang terkait. Mereka juga menyarankan untuk menyediakan meja hand sanitizer di beberapa titik. Mereka juga menyarankan konsep labirin untuk jalur antrian.
"Posisi taman kecil tidak di depan pelaminan, berubah di samping atau di sela-sela undakan tangga sebagai pembatas," katanya.
Kelima, aspek fotografi dan videografi. Mereka menyarankan untuk mengecek suhu tubuh kru, membersihkan alat, menggunakan masker dan sarung tangan, serta tidak menerima foto melalui handphone.
Keenam, aspek sanggar rias atau MUA. Mereka mewajibkan pengantin dan perias untuk menggunakan masker.
"Jangan langsung mengulas lipstik dari tempatnya. dan jangan mengoleskan lem bulu mata langsung ke kulit," ujarnya.
Ketujuh, new normal untuk bridal dan jas antara lain membuat inovasi satu gaun atau jas bisa dipakai 2-3 acara yang berbeda.
Delapan, aspek undangan mereka menyarankan untuk memberikan tisu alkohol di setiap undangan fisik serta menggunakan undangan online.
Sembilan, dari sisi MC mereka menyarankan salah satunya melakukan rapat untuk membahas konsep hari H melalui online. (ulf/bir)