Ketua Umum APPBI Stefanus Ridwan mengatakan pengelola sudah mempersiapkan protokol pencegahan penularan Covid-19 di mal. Bahkan, persiapan ini sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari lantaran sebetulnya mal masih beroperasi namun terbatas pada supermarket dan farmasi.
"Masih ada 10 hari untuk menyempurnakan semua yang sudah ada," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Kamis (4/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Misalnya batasan 50 persen, jangan salah 50 persen ini memang orang yang mau belanja. Kalau dulu banyak yang jalan-jalan. Jadi bukan berarti kapasitas hanya 50 persen itu berarti omset tenant hanya 50 persen bisa saja sama (omsetnya) dengan kondisi normal," paparnya.
Namun, ia tidak menampik bahwa pengelola mal masih menanggung kerugian jika harus beroperasi namun kapasitas pengunjung tidak penuh. Tetapi, pilihan membuka mal ini adalah pilihan terbaik lantaran karyawan bisa bekerja kembali sehingga mengurangi PHK maupun karyawan yang dirumahkan.
Ia mengaku pihak pengelola mal telah berkoordinasi dengan seluruh tenant. Pengelola juga telah menekankan kewajiban protokol covid-19. Ia menyatakan mayoritas tenant yang ada menyambut antusias pembukaan kembali mal usai operasional terbatas selama tiga bulan.
[Gambas:Video CNN]
(ulf/age)