Mendapat Restu Anies, Pengelola Mal Siap Buka 15 Juni

CNN Indonesia | Kamis, 04/06/2020 15:16 WIB
Pegawai toko menyiapkan produk fashion di salah satu retail di pusat perbelanjaan Lotte Avenue, Jakarta, Kamis, 4 Juni 2020. Kegiatan sosial ekonomi di pusat perbelanjaan akan dibuka Senin 15 Juni 2020. CNNIndonesia/Safir Makki Asosiasi mengaku siap membuka mal di DKI Jakarta pada 15 Juni 2020 sesuai dengan izin Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) mengaku siap membuka pusat perbelanjaan atau mal di DKI Jakarta pada 15 Juni 2020. Ini sesuai dengan izin Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan seiring dengan perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di ibu kota.

Ketua Umum APPBI Stefanus Ridwan mengatakan pengelola sudah mempersiapkan protokol pencegahan penularan Covid-19 di mal. Bahkan, persiapan ini sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari lantaran sebetulnya mal masih beroperasi namun terbatas pada supermarket dan farmasi.

"Masih ada 10 hari untuk menyempurnakan semua yang sudah ada," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Kamis (4/6).


Meskipun dibuka kembali, Anies menegaskan pembukaan tempat usaha akan diiringi dengan protokol kesehatan yang ketat. Misalnya dengan membatasi jumlah pengunjung hanya 50 persen dari total kapasitas mal.

Menanggapi ketentuan kapasitas itu, Stefanus menyatakan terdapat perbedaan karakteristik pengunjung mal pada masa pandemi dibandingkan kondisi normal. Menurutnya, pengunjung mal saat pandemi merupakan real buyer atau orang yang betul-betul memiliki tujuan untuk berbelanja.

Ini berbeda dengan pengunjung mal pada kondisi normal dimana sebagian dari mereka bertujuan untuk sekedar mencari hiburan tanpa membeli barang.

"Misalnya batasan 50 persen, jangan salah 50 persen ini memang orang yang mau belanja. Kalau dulu banyak yang jalan-jalan. Jadi bukan berarti kapasitas hanya 50 persen itu berarti omset tenant hanya 50 persen bisa saja sama (omsetnya) dengan kondisi normal," paparnya.

Namun, ia tidak menampik bahwa pengelola mal masih menanggung kerugian jika harus beroperasi namun kapasitas pengunjung tidak penuh. Tetapi, pilihan membuka mal ini adalah pilihan terbaik lantaran karyawan bisa bekerja kembali sehingga mengurangi PHK maupun karyawan yang dirumahkan.

"Dengan dibukanya mal bukan berarti kerugian mal jadi hilang, tapi kami bisa jadi tolong karyawan yang kena PHK bisa kerja lagi," imbuhnya.

Ia mengaku pihak pengelola mal telah berkoordinasi dengan seluruh tenant. Pengelola juga telah menekankan kewajiban protokol covid-19. Ia menyatakan mayoritas tenant yang ada menyambut antusias pembukaan kembali mal usai operasional terbatas selama tiga bulan.

[Gambas:Video CNN]

(ulf/age)