Toko Berkah Saudara yang terletak di lantai 2 blok C Pasar Minggu, salah satunya yang mengklaim penjualannya anjlok hampir 90 persen selama pandemi covid-19. Penjual di Toko Berkah Saudara, Kasanawati, menduga orang tua murid lebih memilih berbelanja online ketimbang datang ke ritel.
"Tahun ajaran baru enggak ada yang belanja. Kami buka juga enggak bisa lama-lama," ucapnya ketika ditemui CNNIndonesia.com, Rabu (3/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sugeng, pemilik toko tersebut, mengaku hanya beberapa hari membuka tokonya selama PSBB lantaran jumlah pembeli yang datang ke pasar turun drastis dan penjualan hanya dibatasi dari pukul 08.00-14.00 WIB. "Sudah pasti berkurang drastis. Hari ini saja satu sudah syukur banget," tuturnya.
Ia berharap pandemi corona segera usai dan ada kejelasan kapan kegiatan belajar mengajar dapat kembali dimulai. Dengan begitu, ada harapan dagangannya dapat kembali diburu pembeli.
Dari Bandar Lampung, pedagang seragam dan perlengkapan sekolah juga mengalami hal serupa. Sistyo, seorang pedagang grosir di wilayah setempat bahkan mengaku penjualan tahun ini turun hingga 70 persen dari tahun sebelumnya.
"Karena pandemi covid-19, penjualan baju seragam sekolah tidak seramai tahun sebelumnya," katanya dikutip dari Antara.
Menurut dia, penjualan perlengkapan sekolah merosot karena sistem belajar siswa selama pandemi covid-19 beralih ke daring atau online di rumah.
Lihat juga:Belum Ada Restu Anies, Mal Batal Buka 5 Juni |
Antik, pedagang lain di Pasar Tengah Bandar Lampung juga menyebut stok buku tulis masih banyak. Biasanya, buku tulis diserbu pembeli pada musim ajaran tahun baru.
"Tahun lalu, kalau anak sekolah mau masuk, pembeli sudah banyak yang antre membeli buku tulis, tas, ataupun alat tulis, tapi sekarang sudah diberi tulisan diskon pun belum banyak yang datang," tandasnya lirih.
[Gambas:Video CNN]
(hrf/bir)