Analis Asia Valbury Futures Lukman Leong mengatakan mayoritas investor sedang memburu aset berisiko, seperti investasi di mata uang. Hal ini lantaran pasar merespons positif kebijakan sejumlah negara yang akan melonggarkan kebijakan lockdown di tengah pandemi virus corona.
'Iya, ada peningkatan risk appetite global ini membantu rupiah," ucap Lukman kepada CNNIndonesia.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, penambahan stimulus ekonomi yang dilakukan sejumlah negara untuk meredam dampak penyebaran virus corona juga menambah angin segar untuk aset berisiko. Beberapa negara tersebut, antara lain AS, Eropa, dan Jepang.
Tak hanya rupiah, penguatan juga terjadi di sejumlah mata uang Asia lainnya. Tercatat, dolar Singapura menguat 0,31 persen, ringgit Malaysia 0,34 persen, won Korea Selatan 0,66 persen, dan peso Filipina 0,39 persen.
Hal yang sama terjadi pada mayoritas mata uang di negara maju. Lihat saja, poundsterling Inggris menguat 0,13 persen, dolar Kanada 0,07 persen, dan dolar Australia 0,46 persen.
[Gambas:Video CNN]
(aud/sfr)