Berdasarkan data Kementerian Urusan Luar Negeri Jepang, belanja rumah tangga turun 11,1 persen dari periode yang sama tahun lalu. Hal itu diperparah dengan kenaikan pajak penjualan pada akhir 2019.
Penurunan pengeluaran itu sejalan dengan ekspektasi pasar yang turun 12,75 persen. Hal ini menandai penurunan selama tujuh bulan beruntun sejak pemerintah menaikkan pajak penjualan pada Oktober 2019.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penurunan Produk Domestik Bruto (PDB) pada tiga bulan pertama tahun ini mengikuti penurunan 1,9 persen pada kuartal keempat 2019. Penurunan itu disebabkan kenaikan pajak dan topan yang menghantam Jepang sebelum pandemi covid-19 melumpuhkan seluruh sektor bisnis.
Kekhawatiran terkait dampak pandemi covid-19 pada ekonomi juga mengguncang pasar global dan Jepang. Bank of Japan bahkan memperluas pelonggaran moneter darurat dan memangkas perkiraan pertumbuhan di negara tersebut.
Kasus virus corona di Jepang sendiri mencapai 17.064 dan 907 orang meninggal dunia. Catatan tersebut lebih baik dibandingkan negara-negara lain di benua Eropa, Amerika Serikat, Rusia, hingga Brasil yang terkena dampak parah pandemi covid-19.
[Gambas:Video CNN]
(jal/sfr)