"PLN tidak menaikkan tarif, kenaikan tarif murni disebabkan karena kenaikan pemakaian, dan kenaikan pemakaian murni karena banyak kegiatan di rumah menggunakan listrik," ujar Bob melalui video conference, Sabtu (6/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alhasil, selama bulan Maret-Mei, PLN menggunakan hitungan tarif listrik berdasarkan tiga bulan sebelumnya. Sehingga lonjakan penggunaan bulanan selama PSBB terus terakumulasi.
Sebab itu, dalam tagihan tarif listrik pada Maret-Mei tidak mengalami kenaikan. Namun, sebenarnya ada tambahan tarif yang harus dibayarkan sebab pemakaian listrik bertambah.
Akumulasi tarif tersebut kemudian akan menggunakan metode angsuran carry over. Selama tiga bulan ke depan, sisa tagihan yang belum dibayarkan pelanggan PLN akan masuk dalam tagihan bulan selanjutnya.
"Misalnya bulan Maret itu tagihannya kalau dilihat rata-rata pemakaian Desember-Februari itu 'x' tapi karena PSBB maka ada 'a' kemudian jadi 'xa', yang dibayar oleh pelanggan hanya 'x' sementara tagihan 'a' akan masuk dalam tagihan bulan selanjutnya," jelas Bob.
"Periode angsuran carry over selama tiga bulan," dia menambahkan.
(mln/bac)