Besok, Terakhir Kirim Foto Meteran Listrik PLN via WhatsApp

CNN Indonesia | Selasa, 26/05/2020 19:07 WIB
Warga memeriksa meteran listrik prabayar sebelum diisi ulang di Jakarta, Sabtu (4/7). PLN menetapkan perubahan tarif listrik 10 golongan pelanggan komersial atau nonsubsidi pada Juli 2015 menjadi Rp1.547,94/kWh atau naik sebesar Rp23,7/kWh dibandingkan Juni 2015 sebesar Rp1.524,24/kWh. Hal tersebut terjadi karena realisasi tiga indikator yakni kurs, harga minyak Indonesia (ICP), dan inflasi dua bulan sebelumnya. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/ss/kye/15. PLN menyiapkan layanan mandiri via WhatsApp bagi pelanggan yang ingin melaporkan stand meter listrik. Layanan ini dibuka pada tanggal 24-27 setiap bulan. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT PLN (Persero) menyiapkan layanan mandiri via WhatsApp bagi pelanggan yang ingin melaporkan stand meter (baca meter) sendiri. Hal ini dilakukan untuk menentukan tagihan listrik yang akan dikenakan kepada pelanggan.

Layanan laporan mandiri ini dapat dilakukan pada tanggal 24 hingga 27 setiap bulannya. Dan batas pelaporan untuk Mei yang akan berakhir pada Rabu (27/5) besok.

Langkah ini juga menjadi salah satu upaya pencegahan penyebaran virus corona (covid-19), tanpa perlu menanti petugas PLN yang datang ke rumah.


Caranya, pelanggan dapat melakukan laporan dengan mengirimkan angka stand meter dan foto melalui aplikasi WhatsApp PLN dengan nomor 08122123123.

Jika laporan pelanggan dinyatakan valid, maka PLN akan menjadikan hal itu sebagai prioritas utama perhitungan rekening listrik.

"Jadi, kalau pelanggan mengirimkan angka stand kwh meter dan kami nyatakan valid, kami akan menggunakan laporan tersebut sebagai dasar perhitungan rekening. Meskipun petugas catat meter mengunjungi rumah pelanggan," demikian keterangan Bob Saril, selaku Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan beberapa waktu lalu.

Namun, PLN akan menggunakan rata-rata pemakaian tiga bulan sebagai dasar perhitungan rekening listrik jika pelanggan tak mengirimkan laporan mandiri melalui WhatsApp dan lokasi rumah tak bisa didatangi petugas.

Dampaknya, tagihan listrik pelanggan akan dilakukan penyesuaian ketika petugas melakukan pencatatan meteran ke rumah pelanggan.

"Ada wilayah yang ditutup karena protokol virus corona, Ini tentu kami tidak bisa melakukan pencatatan. Jika demikian kami akan menggunakan rata-rata tiga bulan sebagai dasar tagihan rekening listrik," jelasnya.

Bob juga mengimbau pelanggan agar membayar tagihan listrik secara daring (online). Ia bilang transaksi bisa dilakukan di mana saja tanpa harus datang ke kantor PLN.

"Pembayaran bisa melalui ATM, internet banking, SMS banking, aplikasi dompet digital (e-wallet) seperti Link Aja, Gopay, dan sebagainya ataupun melalui aplikasi E-Commerce seperti Tokopedia, Bukalapak, Traveloka, dan sebagainya," kata Bob.

[Gambas:Video CNN]

(agn/bir)