Rupiah Kurang Darah, Melemah ke Rp13.887 per Dolar AS

CNN Indonesia | Selasa, 09/06/2020 09:41 WIB
Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 195 poin atau 1,33 persen ke level Rp14.415 per dolar AS pada akhir perdagangan hari ini.
Sementara itu, indeks dolar AS terpantau menguat 0,039 poin atau 0,04 persen ke level 97,869 pada pukul 14.53 WIB. Rupiah melemah tipis 0,02 persen ke level Rp13.887 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Selasa (9/6) pagi. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.887 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Selasa(9/6) pagi. Mata uang Garuda tercatat melemah tipis 0,02 persen dibandingkan perdagangan kemarin di level Rp13.885 per dolar AS.

Pagi ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau menguat terhadap dolar AS. Tercatat, yen Jepang menguat 0,23 persen, dolar Taiwan menguat 0,13 persen, won Korea Selatan menguat 0,50 persen, rupee India menguat 0,05 persen, ringgit Malaysia menguat 0,14 persen, dan baht Thailand menguat 0,13 persen.

Rupiah melemah bersama dolar Singapura sebesar 0,14 persen, peso Filipina melemah 0,04 persen, dan yuan China melemah 0,09 persen. Sedangkan, dolar Hong Kong stagnan.


Sementara itu, mata uang di negara maju kompak melemah di hadapan dolar AS. Kondisi ini ditunjukkan oleh poundsterling Inggris melemah 0,06 persen, dolar Australia melemah 0,33 persen. Dolar Kanada melemah 0,02 persen dan franc Swiss melemah 0,04 persen.

Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan meski dibuka melemah, laju nilai tukar rupiah ini diwarnai sentimen positif pembukaan aktivitas ekonomi secara perlahan.

Kondisi ini membuat investor kembali mendatangi aset berisiko. Imbasnya, bursa saham global maupun domestik kompak menguat.

Saham utama Wall Street kompak menguat. Serupa, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menyentuh level pada level 5.070 naik 122,7 poin atau 2,48 persen.
"Pasar berekspektasi ekonomi akan segera pulih dengan pembukaan ekonomi tersebut," ujarnya kepada CNNIndonesia.com.

Menurutnya, tanda pemulihan ekonomi global dibuktikan dengan rilis data tenaga kerja AS pada pekan lalu. Jumlah pengangguran AS berhasil turun dari 14,7 juta pada April menjadi 13,3 juta pada Mei. Jumlah pengangguran April lalu merupakan yang terburuk sejak 1948.

"Apalagi, perekonomian saat ini juga masih didukung oleh stimulus bank sentral dan pemerintahan," imbuhnya.

Oleh sebab itu, ia memprediksi rupiah akan bergerak di rentang support Rp13.700 per dolar AS dan resisten Rp14 ribu per dolar AS. Rupiah diyakini akan berada dalam tren penguatan pada perdagangan hari ini.

[Gambas:Video CNN]

(ulf/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK