Bowo menuturkan pengalamannya menggunakan layanan JKN-KIS. Tepatnya, sang istri yang memeriksakan benjolan pada rahim. Saat itu, dokter memberi Anastasia obat untuk observasi.
"Kemudian selang empat hari setelahnya istri saya dirujuk ke RS Fatma Bojonegoro. Ditangani oleh Dokter Angel, dengan berbagai penjelasannya mengharuskan istri saya operasi prolaps untuk pengangkatan benjolan yang diidap istri saya tersebut," ungkap pria 40 tahun itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejauh ini, selama saya menggunakan BPJS Kesehatan tidak pernah dipersulit dan tidak ada kendala. Dalam segi pelayanan, obat, prosedur operasi bahkan sampai kontrol rutin kesehatan istri saya pun masih dijamin dan dilayani dengan baik. Tidak ada biaya yang saya keluarkan," kata Bowo. (rea)